Jadi Syarat Mudik, MUI Lampung Anjurkan Masyarakat Ikut Vaksin Booster

Prof. Moh Mukri/Faiza
Prof. Moh Mukri/Faiza

Langkah Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang memperbolehkan masyarakat yang sudah divaksin booster untuk mudik didukung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung.


Aturan baru Satgas tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) No. 16 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease Tahun 2019 yang mulai berlaku2 April 2022.

Di mana, pelaku perjalanan yang bisa mudik tanpa syarat hasil tes Covid-19 adalah mereka yang sudah vaksin booster. 

Sementara, bagi pelaku perjalanan yang sudah vaksin dosis 2, harus menunjukkan hasil tes PCR (3x24 jam) atau tes cepat antigen (1x24 jam). Sedangkan yang baru menerima satu dosis vaksin, wajib menunjukkan hasil tes PCR (3x24 jam).

"Jadi walaupun sekarang bulan puasa tetap diperbolehkan untuk vaksin, karena hukumnya sama dengan kita sedang sakit lalu ke dokter untuk disuntik," kata Ketua MUI Lampung Prof. Moh Mukri, Rabu (6/4).

Ia menjelaskan, suntikan vaksin Covid-19 baik dosis pertama, kedua, maupun dosis ketiga/booster tidak menyebabkan puasa batal. Sebabnya dosis vaksin tidak akan sampai masuk ke perut.

"Yang tidak boleh itu, setelah vaksin dilanjutkan makan dan minum, itu baru membatalkan puasa," ujar mantan Rektor UIN Radin Intan Lampung ini. 

Mukri melanjutkan, pihaknya sangat menganjurkan masyarakat untuk melakukan vaksinasi sebagai bentuk ikhtiar untuk menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

"Kami dari Mui menganjurkan sekali kepada masyarakat untuk vaksin, karena kita menghadapi omicron tapi kita tetap harus beraktivitas seperti biasa. Jadi kita harus punya kekebalan tubuh yang baik," ujarnya.