Jaksa Intimidasi Jurnalis Terbukti Langgar Etik Temui Keluarga Terpidana

Kasi Penkum Kejati Lampung I Made dan Jaksa Anton/ Ist
Kasi Penkum Kejati Lampung I Made dan Jaksa Anton/ Ist

Buntut ramainya pemberitaan Jaksa Kejaksaan Tinggi Lampung Anton Nur Ali melakukan intimidasi terhadap jurnalis Suara.com Ahmad Amri ketika meminta konfirmasi sampai ke Bidang Pengawasan Kejati Lampung. 


Bidang Pengawasan Kejati Lampung menyatakan Jaksa Anton Nur Ali terbukti melanggar etik jaksa karena menemui Desi Sefrilla yang merupakan istri dari terpidana kasus ilegal logging.

Kasi Penkum Kejati Lampung I Made Agus Putra menerangkan, hasil pengawasan diumumkan setelah Kejati Lampung melakukan pemeriksaan terhadap jaksa Anton atas dugaan penerimaan uang dari Desi. 

"Bahwa benar telah berlangsung pertemuan antara Jaksa Anton dengan Desi Sefrilla sebanyak 4 kali baik dilingkungan kantor maupun diluar Kantor Kejati Lampung," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (1/11).

Namun, lanjut Made, pertemuan tersebut atas keinginan Desi Sefrilla sendiri dengan maksud meminta bantuan kepada Jaksa Anton agar hukuman suaminya diringankan. 

Menurut Made, setiap kali pertemuan Desi selalu berusaha untuk menyerahkan sejumlah uang kepada Jaksa Anton dengan harapan hukuman suaminya diringankan, namun Jaksa A selalu menolak pemberian uang tersebut.

Kemudian, pada Jumat (4/9/2020), Desi mendapat pesan Whatsapp dari Nomor 087891999182 yang isinya mengaku Jaksa Anton dan meminta Desi mentransfer uang sebesar Rp30 Juta karena akan bertemu dengan Hakim Surono setelah Sholat Jumat. 

"Kemudian Desi mentransfer uang tersebut ke nomor rekening ke rekening BCA A.n Abdul Rahman dengan bukti pengiriman melalui BRI Link ATM dikirim melalui Whatsapp tersebut. Dan Desi juga mencoba menelpon nomor tersebut namun tidak diangkat," ujarnya. 

Kemudian, terpidana Cecep Fatoni (suami Desi), menanyakan perihal pengiriman sejumlah uang tersebut kepada jaksa Anton, saat dirinya bertemu di Polsek Kemiling pada September 2020 lalu.

Namun, Jaksa Anton mengaku tidak menerima. Oleh karena itu, Cecep meminta sang istri untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pringsewu dengan dugaan penipuan uang sejumlah Rp30 juta atas nama rekening Abdul Rahman.

Meski tidak menerima uang tersebut, Made mengatakan Jaksa Anton tetap diberikan sanksi disiplin karena beberapa kali melakukan pertemuan dengan Desi Sefrilla di luar sidang pengadilan.

"Dan hal tersebut tidak dibenarkan dalam kode etik Jaksa," katanya. 

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai bentuk hukuman disiplin yang akan diterima Jaksa Anton, Made belum memberikan konfirmasi lebih lanjut.