Janda 3 Anak Terima Bantuan PKH Jauh Dari Haknya

Ansardin/RMOLLampung
Ansardin/RMOLLampung

Sauri, janda beranak tiga, warga Pekon Waynipah Kecamatan Pematangsawa, kembali terpaksa mengelus dada. 


Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) ini tak pernah menerima bantuan, meski sejak 2018 terdaftar sebagai penerima lengkap dengan nomor rekeningnya.

Setelah diurus Dinas Sosial Tanggamus, ia bisa menerima bantuan itu lewat Bank Mandiri Cabang Gisting. Namun, asa tinggallah asa. Nominal yang diterima jauh dari yang menjadi haknya. 

Kepada Kantor Berita RMOLLampung, Ansardin adek ibu Sauri mengatakan, Rabu (18/11) dirinya mendampingi kakaknya Sauri untuk membuat buku tabungan dan kartu ATM KPM PKH yang selama ini bekum pernah diterimanya.

Menurut dia, pembuatan buku rekening tersebut didampingi pendamping PKH Pekon Waynipah, sempat adu argumen dengan pihak Bank Mandiri yang terkesan menghambat prosesnya.

"Kami hanya diberikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tanpa bungkus dan segel atau telanjang, juga tidak diberikan buku rekening tabungan, saya menanyakan saldo dari tahun 2018 sejak ia terdaftar sebagai penerima program keluarga harapan," jelas Ansardin, Kamis (19/11).

Menurut pihak Bank Mandiri saldo PKH atas nama Sauri yang ada terhitung Mei Desember 2020, sebesar Rp3.200.000 (tigajuta duaratus ribu).

Sementara saldo dari tahun 2018 sampai dengan bulan April 2020, oleh bank dikatakan sudah ditarik negara.

Dia juga berharap kepada pihak terkait untuk memberikan penjelasan saldo yang oleh pihak bank mandiri sudah ditarik negara, juga kenapa terdaftar di tahun 2018 lengkap dengan nomot peserta dan nomor rekening, dan baru diberikan sekarang setelah ada pemberitaan. 

Kepala seksi (Kasi) PKH, Saifudin mengatakan, setelah ada pemberitaan permasalahan KPM-PKH tersebut, mereka sudah berupaya menanyakan ke pihak Mandiri cabang Gisting.

Diperoleh penjelasan, terkait transfer ke Mandiri belum mendapat surat dari kementerian. 

Saifudin juga mengatakan, jika kemarin Sauri menerima kartu KKS masih tersegel, berarti itu asli dari bank dan belum diolah oleh siapapun.

Kalau ternyata uang yang diberikan kurang dari saldo yang seharusnya, itu pihak Mandiri kesalahannya, karena KPM nya belum pernah pegang kartunya.

"Kami juga sudah kebingungan banyaknya masalah seperti, saya sudah mengusulkan kepimpinan untuk pindah saja ke Bank BRI, sekaligus untuk mempermudah kpm karena cabangnya banyak," ungkapnya.

RMOLLampung meminta data koran penerimaan atas nama Sauri kepada operator PKH, Ariyanto. Melalui perdebatan kecil akhirnya oleh Kasi Saifudin diperbolehkan.

Saldo KPM-PKH atas nama Sauri terhitung sejak Juli 2018 sampai dengan Desember 2020 sebesar Rp10.612.350.