Jangan Larut Sumpah Serapah Ke Israel, Ada Tragedi Kemanusiaan KM 50 Dan Talangsari.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule dan aktivis ProDEM/Net
Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule dan aktivis ProDEM/Net

Sebagian masyarakat Indonesia bersuara lantang atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Jangan lupa, masih ada tragedi yang tak kalah miris dengan penyelesaian berlarut-larutdi di negeri ini.


Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule mengatakan hal itu kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (16/5). "Ada tragedi kemanusiaan KM 50 dan Talangsari, Lampung," katanya 

Tragedi KM 50 Tol Cikampek menewaskan 6 laskar FPI masih belum tuntas. Para tersangka masih bebas dan kemungkinan otak dugaan pembataiannya belum ada kabar.

Tragedi kemanusiaan Talangsari, Lampung tahun 1989 juga tak kunjung selesai. Catatan Komnas HAM, tragedi ini menewaskan 130 jiwa, 77 orang dipindah paksa, 53 orang dirampas haknya, dan 46 orang disiksa.

“Kita harus bersimpati atas tragedi kemanusiaan yang terjadi di Palestina, terlebih dilakukan Israel saat umat muslim sedang merayakan Idul Fitri 1442 H,” tutur Iwan Sumule.

Namun demikian, Iwan Sumule meminta masyarakat Indonesia tidak larut dalam kesedihan dan terus menerus menyampaikan sumpah serapah ke Israel. Ini lantaran di negeri sendiri juga telah terjadi tragedi kemanusiaan.

“Tragedi Kemanusiaan Talang Sari Lampung, kurang apa ketika orang sedang shalat di masjid pun diberondong peluru,” tegas Iwan Sumule.

“Jadi sebelum Israel hari ini melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, kita juga sudah lebih dulu melakukannya,” tutupnya.