Jiwa Entrepreneur Perlu Dimiliki Pekerja Kreatif

Wakil Sekretaris Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia Lampung, Romi Junanto Utama mengatakan anak muda sekarang jika bekerja bukan berorientasi uang, namun pengalaman, sehingga tak jarang mereka berpindah pekerjaan.


"Uang itu bisa datang sendiri menurutnya, sedangkan untuk desain mereka itu kingnya, rajanyalah," kata Romi saat FGD yang diadakan oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatera, Sabtu (15/8).

Unilever salah satunya dengan brand Sahaya, desainnya dibuat simpel seperti produksi rumahan dan tidak menonjolkan Unilever.

"Promosinya juga tidak melalui televisi, hanya menggunakan media sosial. Dan kunci sahaya itu tersedia dimana-mana," ujarnya

Selain itu, brand Viennetta salah satu brand Unilever juga, hampir 80 persen yang menjualnya adalah influencer. Menurutnya influencer memiliki pasar yang lebih luas.

"Desain Unilever juga aman dan berkelanjutan. Aman artinya aman bagi lingkungan, alam dan culture, berkelanjutan artinya cara kerjanya 6 hingga 10 tahun kedepan," jelasnya.

Sehingga diperlukan pekerja kreatif dengan jiwa entrepreneur yang kuat, tidak bisa pekerja kreatif dengan deadline seperti seniman yang memerlukan banyak waktu dalam menyelesaikan karya seninya.

"Harapannya Itera mampu menciptakan SKS untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur yang kuat bagi mahasiswa DKV," ujarnya.