JMSI Kutuk Aksi Penganiayaan terhadap Wartawan di Mandailing Natal

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto Aghly (tengah)/Ist
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto Aghly (tengah)/Ist

Aksi kekerasan yang dialami seorang wartawan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Jefri Barata Lubis saat bertugas meliput di Kabupaten Madina dikecam Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).


Ketua JMSI Sumut, Rianto Aghly meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut kasus penganiayaan terhadap insan pers hingga tuntas.

       

"Kita serahkan kasus penganiayaan ini kepada Polres Madina. Saya optimis Polres Madina bisa mengungkap dan menangkap para pelaku penganiayaan terhadap wartawan tersebut, " ujar Rianto yg sering disapa Anto Genk, Sabtu (5/3).

Menurut Anto Genk, kekerasan terhadap Jefri merupakan tindakan yang tidak beradab. Sebab, wartawan itu bekerja dilindungi undang-undang.

"Kalau ada persoalan, kita bisa diselesaikan dengan secara kekeluargaan dan jangan mainkan hakim sendiri," tegasnya.

JMSI pun mengutuk aksi premanisme yang telah menciderai kebebasan dan dunia pers. Di sisi lain, ia mengimbau kepada pihak-pihak yang tersinggung atau tidak berkenan atas sebuah pemberitaan untuk mengikuti mekanisme yang diatur dalam undang-undang.

Jefri Barata Lubis dipukul oleh oknum Organisasi Kepemudaan (OKP) di Lopo Mandailing Coffe SPBU Aek Galoga, Kabutan Madina, Jumat (4/3) sekitar pukul 20.30 WIB.

Kekerasan yang menimpa Jefri diduga terkait pemberitaan yang diduga menyudutkan salah satu Ketua OKP di Kabupaten Madina. Akibatnya, Jefri mengalami luka memar pada bagian wajah sebelah kanan.

Jefri pun telah melaporkan peristiwa penganiayaan yang dialaminya ke Polres Madina.