JMSI Sumsel Dilantik Di Kota "Piagam Palembang"

Gubernur Sumsel Herman Deru (baju batik ungu) menyaksikan Ketua JMSI Teguh Santosa saat memimpin pembacaan Janji Prasetya Pengurus Pengda JMSI Sumsel/RMOL
Gubernur Sumsel Herman Deru (baju batik ungu) menyaksikan Ketua JMSI Teguh Santosa saat memimpin pembacaan Janji Prasetya Pengurus Pengda JMSI Sumsel/RMOL

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa melantik Pengurus Daerah (Pengda) JMSI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Istana Gubernur Sumsel, Griya Agung, Palembang, Sabtu (30/1).


Dalam sambutan prosesi pengukuhan yang disaksikan Gubenur Herman Deru dan Ketua DPRD RA Anita Noeringhati, Teguh mengungkapkan cikal bakal JMSI berasal dari Kota Palembang. 

Diuraikannya, pada Hari Pers Nasional (HPN) 2010, ada 18 pemilik media menandatangani Piagam Palembang yang berisi komitmen membangun pers nasional yang sehat dan profesional sesuai UU 40/1999 tentang Pers.

Gubernur Sumsel Herman Deru bersama para pengurua JMSI Sumsel/RMOL

Oleh karena itu, katanya, prosesi pelantikan Pengda JMSI Sumsel hari ini merupakan kelanjutan dari komitmen Piagam Palembang.

Teguh Santosa langsung memimpin pembacaan Janji Prasetya pengurus diikuti penyerahan pataka kepada kepengurusan JMSI Sumsel periode 2020-2025 berdasarkan Surat No. 09/SKPD/JMSI/IX/2020.

Surat yang ditandatangani Ketua Umum JMSI Teguh Santosa dan Sekjen Mahmud Marhaba ini menyebutkan, Pengda JMSI Sumsel terdiri dari Ketua Agus Harizal, Sekretaris Rahmat Romli, dan Bendahara Kawar Dante Sembiring, serta sejumlah tokoh pers setempat.

Ketua JMSI Teguh Santosa bersama Gubernur Sumsel Herman Deru/RMOL

Piagam Palembang

Teguh Santosa mengatakan Piagam Palembang merupakan upaya mewujudkan ekosistem pers yang profesional dimulai lewat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tahun 2012 hingga saat itu. 

Melalui UKW, pemilik media massa hendak memastikan setiap wartawan yang bertugas di perusahaan media memiliki kompetensi yang dibutuhkan.

Momentum penting berikutnya dari upaya membangun ekosistem pers yang sehat dan profesional itu adalah verifikasi perusahaan media profesional yang dilakukan pertama kali dalam HPN 2017 di Ambon, Maluku.

”Dalam gelombang pertama tahun itu, ada 77 perusahaan yang dinyatakan sebagai perusahaan pers nasional," ujar Teguh Santosa yang dalam kunjungan ke Palembang didampingi Sekjen JMSI Mahmud Marhaba dan Sekretasi Bidang Kordinasi Program Faiz Albaar.

Dengan demikian, Teguh Santosa mengingatkan, pendirian JMSI pada tahun 2020 lalu merupakan pelaksanaan dari perintah UU 40/1999 dan perwujudan dari komitmen yang dinyatakan di dalam Piagam Palembang. 

"Bahwa dibutuhkan organisasi perusahaan media untuk membantu kita semua, bangsa ini, memiliki pers yang sehat dan profesional, pers yang mengedepankan berita-berita dan informasi-informasi yang konstruktif, yang positif, yang jauh dari ujaran kebencian dan diseminasi informasi atau berita bohong (hoaks)," tutur Teguh.

Gubernur Herman Deru

Menyambung pernyataan Teguh Santosa, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dalam sambutannya berpesan agar JMSI hadir untuk merekonstruksi kepercayaan masyarakat yang mulai pudar terhadap pers dan media.

Dia mengungkapkan, hal itu penting dilakukan di tengah kesimpangsiuran informasi yang beredar di masyarakat oleh berbagai kanal media sosial.

Herman Deru mengatakan, pers memiliki jawab moral untuk menyajikan pemberitaan yang berkualitas sesuai fakta dan kepentingan yang lebih luas.

"Dalam memetik berita kita bukan hanya butuh sumber yang benar, check and recheck. Tapi juga penyajiannya harus benar. Juga harus ada penanggung jawabnya," ungkap Herman Deru.

"Karena sebenarnya masyarakat juga menilai laju pertumbuhan perusahaan media ini. Kenapa ada yang bisa survive sampai sekarang? (Mereka yang survive) karena menyajikan berita secara berimbang. Harapan saya JMSI bisa mengedukasi (media siber) agar mulai dari menjaring jurnalis yang teregistrasi dengan benar," sambungnya.

Di samping itu, satu aspek penting lain dalam pembangunan ekosistem pers yang sehat dan profesional adalah memastikan kesejahteraan wartawan. Hal ini, menurut Herman Deru, menjadi salah satu tugas JMSI yang harus dilakukan.

"JMSI ini berdiri di atas niat yang baik, mulai dari Piagam Palembang tadi. Di mana perusahaan -perusahaan media ini juga harus memberi contoh, misal memberikan kesejahteraan kepada jurnalisnya," demikian Herman Deru.