Johan Tanyakan Indikasi Korupsi Wali Kota, Deddy Sebut Fitnah

Debat publik antar calon wakil wali kota/Ist
Debat publik antar calon wakil wali kota/Ist

Pada debat sesi keempat, calon wakil wali kota Bandarlampung nomor urut 1 Johan Sulaiman menanyakan indikasi korupsi Wali Kota Herman HN kepada calon wakil wali kota nomor 3 Deddy Amarullah. 


Kata Johan, berdasarkan Layanan pengadaan berbasis elektronik (LPSE) terdapat indikasi korupsi lampu hias menara Masjid Al-Furqon Rp1,495 Miliar, menara masjid Rp2,65 Miliar dan pengadaan lift Rp4,5 miliar. 

"Ada juga soal tower crane pidahan dari lokasi menara masjid yang diklaim walikota sebagai milik pemkot padahal DPD belum melihat adanya usulan mata anggaran pembelian itu yang dibangun sejak 2017 belum bisa dipakai hingga kini," tambahnya. 

Selain itu, ada juga 14 proyek yang terindikasi korupsi di Dinas PU, Pendidikan dan Perdagangan. 

"Apa yang akan Anda lakukan untuk mencegah indikasi korupsi tersebut? Yang jadi pertanyaan kenapa masjid aja dkorupsi?" kata Johan di Hotel Emersia, Rabu (18/11) malam. 

Menyikapi itu, Deddy menjawab pengadaan di LPSE sudah sesuai kebutuhan dan dilakukan secara terbuka. 

Namun, kata dia, untuk mengantisipasi korupsi, ia akan melakukan pengawasan secara internal dengan ketat dan terbuka sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi. 

"Masalah korupsi itu masalah paradigma yang jelas ini tidak terungkap di permasalahan hukum. Ini suatu hal yang tidak bisa saya terima," katanya. 

Ketika dimintai keterangan, Deddy menilai Johan memberikan pertanyaan fitnah lantaran tidak terbukti secara hukum. 

"Banyak hal yang fitnah, masyarakat lebih tahu debat. Pertanyaan yang menyudutkan tanpa ada bukti. Statement fitnah yang tidak sesuai tema debat," kata dia. 

"Itu yang saya sampaikan indikasi, silakan ditindaklanjuti," tukas Johan.