JPU Tunggu Berkas Kematian Terdakwa Tipu Gelap Rp1,4 Miliar Iwan Palera

Kasi Penkum Kejati Lampung I Made Agus Putra/Faiza
Kasi Penkum Kejati Lampung I Made Agus Putra/Faiza

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung belum menerima berkas kematian terdakwa penipuan jual beli beras sebanyak 160 ton, Iwan Palera Rindas yang meninggal Sabtu (8/10) lalu.


"Tadi JPU (jaksa Penuntut Umum) nya sudah jemput bola, ternyata belum selesai, kami masih menunggu, surat keterangan dari dokter dan lainnya," ujar Kasi Penkum Kejati Lampung I Made Agus Putra, Senin (10/10).

Made melanjutkan, sesuai Undang-undang Hukum Pidana, jika terdakwa meninggal dunia, maka penuntutan terhadap almarhum akan akan dihentikan, dan kasusnya juga akan dihentikan.

Diketahui, Iwan sempat dibawa ke Rumah Sakit Airan Raya untuk mendapatkan pertolongan medis untuk penyakit gula yang dideritanya, Sabtu pagi.

Setelah itu, ia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) dan meninggal Sabtu sekitar pukul 21.00 WIB. Iwan kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Kampung Negara Batin, Kabupaten Way Kanan.

Iwan Palera Rindas merupakan tahanan yang masih dalam proses persidangan perkara dugaan tipu gelap bermodus bisnis pengadaan beras di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. 

Iwan didakwa melakukan perbuatan itu terhadap seorang bernama Sofa Mayasari, hingga mengalami kerugian sebesar total Rp1,4 miliar. Modusnya, Iwan mengaku sebagai kerabat Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.