Jubir Pemerintah Aceh Bantah Pernyataan Gubernur Sumut Soal Pembukaan PON XXI

Jurubicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA/Ist
Jurubicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA/Ist

Pembukaan PON XXI Aceh-Sumut akan tetap dilangsungkan di Aceh. Demikian ditegaskan Jurubicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA.


Hal ini ditegaskan Muhammad MTA sebagai jawaban dari pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, yang menyebut PON Aceh-Sumut akan dibuka di Medan.

Muhammad MTA mengatakan, keputusan  tersebut mengacu pada kesepakatan bersama antara Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Provinsi Sumut pada November 2017.  

"Kesepakatan tersebut diteken langsung oleh gubernur kedua provinsi saat itu, yaitu Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi," terang Muhammad MTA dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLAceh, Ahad (30/1).

Ia menambahkan, salah satu poin yang disepakati oleh kedua kepala daerah saat itu adalah penetapan Aceh sebagai tempat pembukaan acara dan Sumatera Utara tempat penutupan.

"Kesepakatan bersama ini berlaku sejak diteken oleh kedua pihak hingga selesainya penyelenggaraan PON XXI 2024, hal ini tertulis jelas dalam pasal lima," ujar MTA.

MTA berharap semua pihak dapat berpegang teguh kepada keputusan yang telah disepakati bersama. Hal tersebut penting agar tidak terjadi gangguan pada proses persiapan dan pelaksanaan lanjutan agenda tersebut.

MTA juga tak ingin berpolemik lebih jauh terkait pernyataan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang mengatakan pembukaan PON akan digelar di Sumut dan penutupan di Aceh.

"Mungkin beliau belum mendapatkan informasi yang utuh dari bawahannya terkait kesepakatan PON XXI Aceh-Sumut, apalagi saat itu beliau belum memimpin, " tutup MTA.