Kadis DLH Menduga Laut Labuhan Maringgai Tercemar Limbah B3

Kepala DLH Lampung, Murni Rizal/ RMOLLampung
Kepala DLH Lampung, Murni Rizal/ RMOLLampung

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung sementara menduga asal usul limbah beracun yang mencemari Pesisir pantai Labuhan Maringgai, Lampung Timur sejak Jumat (21/8) ini dari unsur limbah B3.


"Sudah turun ke lapangan dan sudah dimonitor, dugaan sementara adanya unsur limbah B3 (minyak dan oli). Dan baru akan dilakukan uji laboratorium  namun terkait sampel tidak ada disini karena sudah di serahkan ke laboratorium Kementerian DLH yang lebih memumpuni," kata Kepala DLH Lampung, Murni Rizal, Rabu (2/9).

Menurutnya, pihak DLH sudah berkoordinasi ke Polda Lampung Timur dan untuk sumber pencemaran laut Lamtim belum bisa dipublikasikan.

"Karena kita belum berani menyebutkan darimana asalnya dan kita belum tahu apa alasan pastinya, apakah ada yang membuang atau karena ada yang membawa limbah, kita lagi melihat siapa saja  yang berkaitan," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk dugaan sementara mungkin karena banyak kapal yang hilir mudik tetapi tidak tahu mereka yang membawa limbahnya atau dari asal lain.

"Kita juga punya tim penegakan hukum jadi jika unsur-unsurnya terpenuhi maka akan kita proses . Untuk sekarang  diduga  limbah tersebut adalah B3 dan sekali lagi yang bisa lebih menjelaskan itu adalah  kementerian," tambahnya.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Muhammad Budi Setiawan menambahkan, ketika di lokasi memang ditemukan limbah unsur B3 dan ada beberapa biota laut yang mati serta satu tambak udang dan ikan bandeng ikut terdampak.

"Untuk proses uji laboratorium DLH kemungkinan sekitar 10 hari, dan untuk saat ini limbah tersebut sudah banyak tabur karena terbawa ombak," tutupnya.