Kadis PTPH Janji Lahan Tidur Di Kotaagung Timur Masuk IPDMIP

Puluhan hektar lahan sawah di Kotaagung Timur jadi lahan tidur menjadi perhatian serius Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (PTPH) Tanggamus, Catur Agus Dewanto.


Kepada Kantor Berita RMOLLampung, Catur mengatakan, pihaknya akan langsung menindaklanjutinya. Nanti ada tim yang turun ke lapangan melakukan assesmen, siapa tau bisa masuk Integrated Participatori Development and Management of Irigation Program (IPDMIP) melalui Dinas PUPR baik Pusat, Provinsi atupun Kabupaten.

"Kalau lahan sawah tersebut benar milik petani, bukan lahan tidur yang tidak ditanami atau milik perusahaan yang digarap petani, Dinas Pertanian akan mecoba memprioritaskan perbaikannya, kalau bisa ditahun ini," jelasnya.

Menurutnya, saat ini ia sedang memperbaiki database di Tanggamus, kalau melihat gambar yang dikirim, ini masuk perbaikan besar, protap yang ada melalui mekanisme proposal, supaya masuk ke E-Proposal Kementan, mohon dibuatkan prosalnya dan diajukan secepatnya.

Ia juga mengatakan, tidak masalah dari mana asal dana pembangunannya asal itu bisa diperbaiki, tidak masalah melalui IPDMIP atau Dekonsentrasi, yang penting kita berikan lokasinya kepada pemilik angaran, sebab angaran itu ada di Pusat dan Provinsi.

Ditambahkannya, saat ini mereka lagi bahas terkait keluarnya SK Menteri ATR BPN, yang berimbas kepada luas lahan sawah di Tanggamus, saat ini hilang lebih kurang 6000 H, jika dibandingkan data tahun 2017 dan 2018, ini yang menjadi delematis orang dinas karena menyangkut program dan saprodi hak petani,.

Bak gayung bersambut, respon senada disampaikan Marini Sari Utami, angota komis 1 DPRD Tanggamus dari Fraksi PKS dapil 2, meliputi Kecamatan Kotaagung Timur. Terkait lahan tidur yang menjadi keluhan petani sawah di Kotaagung Timur, ia akan membawa masalah ini ke fraksinya, dan akan disampaikan untuk dibahas dirapat.

Ia mengatakan, dia akan memasukan ini di salah satu aspirasi masyarakat saat reses mendatang. karena menurut dia berawal dari ketersedian air yang cukup, sawah akan menghasilkan padi sesuai yang diharapkan sehinga para petani tidak merugi.

"Apalagi ditengah bencana pandemi Covid-19 saat ini, sangat terasa sekali dampaknya dimasyarakat, apalagi ditambah sulitnya untuk mengelola sawah sendiri, hanya karena ketersedian air yang menjadi penghambatnya," jelas Marini via pesan WA.

Dia berharap agar Pemkab Tanggamus, lebih memperhatikan dan memprioritaskan pembangun infrastruktur jaringan irigasi, apalagi beras sebagai bahan pangan utama, dan menjadi target utama pemerintah untuk dapat mencapai swasembada pangan, tutupnya.

Nasruddin Penjabat Kepala Pekon Sukabanjar, berterima kasih dan banga kepada Kepala Dinas PTPH juga angota DPRD Tanggamus, yang langsung merespon keluhan warganya.

Dia bersama aparatur Pekon Sukabanjar akan memberikan akses dan mempermudah Kelompok Tani yang akan membuat proposal, khusunya untuk pembuatan irigasi sawah yang ada di dusun pihabung, yang saat ini masuk wilayah yang ia pimpin.