Kadis PU Jawab Terhentinya Rehabilitasi Jembatan Penyeberangan Pulau Pasaran

Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan/ Tuti
Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan/ Tuti

Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung mengaku rehabilitasi jembatan penyeberangan Pulau Pasaran terkendala air laut surut, sehingga ponton yang digunakan untuk memasang tiang pancang tidak bisa bergerak. 


"Rehabilitasi berhenti karena air surut, sehingga pontonnya tidak bisa bergerak. Jadi kita nunggu air lautnya pasang," kata Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, Jumat (14/1).

Menurutnya, rehabilitasi jembatan penyeberangan akan dilakukan dari jembatan yang turun, sehingga nantinya akan disambung dengan jembatan baru disampingnya. 

"Kondisi jembatan penyeberangan itu tidak terlalu darurat, kecuali jika jembatannya sudah terlepas. Namun tetap kita rehabilitasi sembari menunggu air pasang," ujarnya. 

Sebelumnya, Iwan Gunawan mengaku rehabilitasi jembatan penyeberangan akan diselesaikan hingga akhir tahun 2021, namun hingga sekarang cuma 4 tiang pancang yang terpasang. 

"Tiang pancang itu teknisnya rekanan, dia yang pesan dan dia yang pasang," ujarnya. 

Iwan Gunawan menjelaskan pihaknya di tahun ini telah menganggarkan Rp 5 miliar untuk membangun jembatan penyeberangan baru dengan luas 4 meter. 

"Jadi nanti mobil bisa masuk, sehingga mempermudah pengangkutan industri kecil menengah di sana," jelasnya.