Kadisdikbud Pesawaran Ancam Copot Kepala Sekolah Abai Prokes Ketat

Kadisdikbud Pesawaran Anca Martha Utama di SMPN I Gedong Tataan/ Rama
Kadisdikbud Pesawaran Anca Martha Utama di SMPN I Gedong Tataan/ Rama

Bersiap dicopot bagi kepala sekolah di Kabupaten Pesawaran yang tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat di area sekolah.


Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Pesawaran Anca Martha Utama.

Meskipun pembelajaran tatap muka (PTM) sudah dilakukan satu bulan lebih, namun masih ditemukan sekolah-sekolah yang cuek akan prokes anak murid saat berada di sekolah.

"Saya sudah berkeliling ke sejumlah sekolah yang ada di Kecamatan Gedong Tataan, hasilnya ada sekolah yang saya dapati belum ada satu pun guru apalagi kepala sekolahnya, kalau seperti ini bagaimana bisa dijamin prokes di sekolah itu berjalan dengan baik," kata Anca, saat mengunjungi SMPN I Gedong Tataan, Rabu (27/10).

Menurutnya, masih ada sekolah yang tidak membagi jam masuk sekolah, sehingga ada penumpukan di dalam kelas, terkait ini pihaknya akan segera lakukan evaluasi ulang guna mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

"Saya sudah pesankan kepada pengawasnya, kalau sudah tidak mau menerapkan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah terkait prokes bilang saja, akan saya copot dia jadi kepala sekolah," tegasnya.

"Saya tidak mau, akibat kelalaian kepsek dalam penerapan prokes di lingkungan sekolah mengakibatkan terjadinya penyebaran Covid-19 di area sekolah. Apalagi Kecamatan Gedong Tataan ini kan ibu kota Pesawaran, seharusnya sekolah-sekolah yang ada disini menjadi rujukan bagi sekolah yang ada di kecamatan lain, bukan malah seperti ini," sambung dia.

Ia berharap, kepada para kepala sekolah yang di sekolahnya sudah menerapkan prokes secara baik, agar dapat membagi kiat-kiat kepada kepala sekolah lainnya, sehingga penerapan prokes di sekolah dapat berjalan baik dan serempak.

Sudah satu bulan lebih PTM ini dilangsungkan, seharusnya kalau kepala sekolah itu punya kesadaran tinggi terhadap keselamatan anak murid maka mereka pasti melaksanakan prokes ketat. Jangan karena tidak ditemukan kasus baru di sekolah mereka langsung berleha-leha mengabaikan prokes. 

"Mereka dijadikan kepsek itukan karena kita percaya mereka bisa mengatur sekolah tersebut, tapi kalau masalah prokes ini saja tidak bisa dijalankan dengan baik berhenti saja jadi kepsek," pungkasnya.