KAHMI Unila Ngopii Menyemai Pendidikan Fikih Behind The Wall

Repro
Repro

Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Komisariat Ekonomi Universitas Lampung kembali mengadakan Ngobrol Perkara Iman dan Imun (Ngopii) Edisi 29, Jumat (28/1).


Ngopii kali ini membahas Menyemai Pendidikan Fikih Behind The Wall dengan narasumber Dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Malang Dr. Anas Kholis. 

Diskusi ini tetap dipandu host keroyokan yakni Petir, Nanang, Ponco, Usep dan Arjon serta dipandu moderator Wafiq Fadillah Abriansyah. 

Anas Kholis mengatakan, dalam ajaran Islam, terdapat beberapa mazhab yang bisa dianut oleh setiap umat muslim. Dalam hal ini, mazhab adalah ilmu fikih pandangan atau pendapat imam tentang hukum yang berlaku dalam agama. 

Mazhab mengenai hukum islam ini digali dari sumber terpercaya, tidak lain adalah Al Quran dan hadis. Setidaknya ada empat mazhab populer yakni mazhab hanafi, mazhab maliki, mazhab syafi'i, dan mazhab hambali. 

Masing-masing mazhab ini mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, begitu pula cara pandangnya dalam melihat berbagai hal yang ada di masyarakat. 

"Perlu ada kesadaran berfikih dengan toleran dengan adanya berbagai jenis mazhab ini, konfigurasi fikih yang toleran ditentukan oleh peran pendidikan fikih yang inklusif, begitu juga sebaliknya," kata Anas. 

Dosen yang menyelesaikan pendidikan doktornya dalam keadaan tuna Netra ini melanjutkan, konfigurasi fikih yang intoleran ditentukan oleh peran pendidikan fikih ekslusif yang cenderung fanatis doktriner. 

Ia melanjutkan, terjadi penyeragaman mazhab di hampir terjadi di banyak negara Islam. Relasi mazhab mayoritas dan minoritas masih menyisakan pekerjaan rumah bagi masa depan pendidikan fikih.

Supremasi otoritarianisme atas nama mayoritas terhadap minoritas mazhab fikih seringkali menodai praktik kebhinekaan. Oleh karena itu kesadaran keragaman mazhab fikih harus disikapi secara toleran.

"Pesantren Gontor layak jadi role model bagi muslim, karena terjadi banyak toleransi di Gontor. Di mana yang NU bisa jadi imam bagi yang Muhammadiyah atau sebaliknya. Di gontor diajarkan fikih lintas mazhab, pendidikan fikih berwawasan toleransi," katanya.