Madrasah di Pesawaran Hampir Ambruk, Kakanwil Kemenag Sebut Mungkin Tak Ada Anggaran 

Pembongkaran atap MI-JI Teba Jawa/ Rama
Pembongkaran atap MI-JI Teba Jawa/ Rama

Kinerja Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pesawaran, Wasril Purnawan dinilai buruk lantaran bangunan Madrasah Ibtidaiyah Jamiatul Islamiyyah (MI-JI) Desa Teba Jawa Kecamatan Kedondong yang nyaris ambruk atapnya dan dapat membahayakan siswa.


Atapnya hampir ambruk dan jika tidak dibenahi dapat membahayakan siswa saat proses belajar mengajar. Bangunan tersebut tak kunjung diperbaiki sejak tahun 2017.

Akibatnya, tokoh masyarakat setempat meminta Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Lampung, Juanda Naim untuk mengevaluasi kinerja Kakan Pesawaran tersebut.

Ketika dikonfirmasi Kantor Berita RMOLLampung, Kakanwil Kemenag Lampung Juanda Naim mengatakan, bantuan untuk dana rehabilitasi memang memerlukan proses yang panjang. 

"Bantuan dana rehabilitasi harus melalui aplikasi Sim Sapras, usulannya memang tidak serta merta langsung dapat tapi ada regulasinya," kata dia, Rabu (24/11).

Penggunaan anggaran tersebut katanya, memang harus tertib administrasi serta melihat ketersediaan anggaran yang ada. Jika memang tidak ada, dari mana sumber pembangunan itu, tanya Juanda. 

"Mungkin memang tidak ada anggarannya," kata dia ketika ditanya soal tak kunjung ada perbaikan lebih dari tiga tahun. 

"Ya maklum, madrasahnya kan banyak yang swasta se-Indonesia, termasuk di Lampung kan banyak yang swasta juga," tambahnya. 

Sebelumnya, salah satu tokoh masyarakat setempat, Erland Sofyandi mengatakan, Kakan Kemenag Pesawaran tidak cakap dan tidak tanggap menyelesaikan persoalan di wilayah kerjanya.

Menurutnya, sebagai pemimpin, Kakan Pesawaran harus responsif dan solutif melihat persoalan, terutama menyangkut keselamatan siswa MI. 

Sehingga, Erland meminta kakanwil Kemenag Lampung bisa mengevaluasi kinerja bawahannya di daerah.

"Kalau tidak sanggup jadi Kepala ya diganti saja atau mundur, tegas saya katakan karena ini menyangkut nasib dan keselamatan putra putri Pesawaran," ujarnya.

"Kalau dana BOS, siapapun Kepala Kemenag ya pasti ada dana BOS itu, karena memang kewajiban Kementrian, yang saya maksud kinerja dia di bawah, masa iya ada sekolah mau roboh diam saja," pungkasnya.