Kandidat Wali Kota Belum Tawarkan Solusi Permasalahan Bandarlampung

Budiono/Ist
Budiono/Ist

Debat kandidat Wali Kota Bandarlampung pada Rabu (14/10) malam dinilai tidak menonjolkan program dan pemecahan masalah ketika menjadi pemimpin.


"Menurut saya sih biasa saja, tidak ada suatu hal yang menarik. Pertanyaan dari panelis hanya bersifat normatif, tidak menyentuh akar permasalahan yang ada di kota Bandarlampung," kata Akademisi Universitas Lampung, Dr. Budiono, kepada Kantor Berita RMOLLampung, Kamis (15/10).

Selain itu, menurutnya pertanyaan antar calon juga lebih bermuat emosional yang sifatnya menyerang pribadi, bukan mengadu gagasan.

"Mungkin karena debat pertama dan tema yang diangkat juga kurang bagus menurut saya, sehingga pertanyaan dan jawaban tidak menyentuh akar permasalahan di Kota Bandarlampung," ujarnya.

Pada debat selanjutnya, Budiono berharap pertanyaan-pertanyaan dari panelis maupun pertanyaan antar calon lebih banyak pada substansial akar-akar permasalahan yang ada di kota Bandarlampung, sehingga masyarakat bisa menilai pemimpinnya.

"Debat inikah tidak banyak yang menyentuh masyarakat, hanya melanjutkan-melanjutkan, tidak ada yang baru. Seakan-akan pembangunan yang sekarang ini sudah bagus. Padahalkan masih banyak, terutama penangan banjir yang benar. Setujukah dengan UU Cipta Kerja," jelasnya.

Lanjutnya, KPU harus mengambil tema yang berhubungan dengan konteks permasalahan yang terjadi di nasional yang bisa diterapkan di Kota Bandarlampung.