Kapal China Masuk Selat Sunda, Pertahanan Jebol Pak Prabowo

Kapal Survei/Research Vessel Xiang Yang Hong 03/Net
Kapal Survei/Research Vessel Xiang Yang Hong 03/Net

Jika benar kapal suvei China bisa menyelinap masuk hingga Selat Sunda, pertahanan Indonesia sudah jebol, kata deklarator KAMI M. Said Didu.


"Menhan Prabowo yang terhormat, kalau ini benar berarti pertahanan kita sudah jebol,” ujarnya lewat akun twitter pribadinya, Jumat (15/1).

Apalagi, kata Said Didu, kapal survei berbendera China itu tak terdeteksi sudah berada dekat pusat pemerintahan Indonesia, Jakarta.

Kapal Survei/Research Vessel Xiang Yang Hong 03 tersebut lolos masuk tanpa terdeteksi ke perairan kedaulatan Indonesia, Rabu (13/1).

"Sudah berapa miles kapal tersebut memasuki wilayah laut kita tapi tidak "terdeteksi" dan sudah berada dekat Ibu Kota Jakarta,” kata Said Didu.

Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bakamla mulanya melaporkan keberadaan kapal mencurigakan yang berlayar di wilayah Selat Sunda. 

Kapal Xiang yang telah mematikan automatic identification system (AIS) tiga kali saat berada di Laut Natuna Utara, Laut Natuna Selatan, dan Selat Karimata

AIS merupakan sistem lacak otomatis soal data kapal mulai dari posisi, waktu, haluan dan kecepatan.

Peraturan Menteri Perhubungan No.PM 7 Tahun 2019 tentang Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis setiap kapal wajib mengaktifkan AIS.

Komandan KN Pulau Nipah 321, Letkol Bakamla Anto Hartanto kemudian diperintahkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap objek tersebut. 

Tiba di lokasi, KN Pulau Nipah mendapati kapal tersebut tengah menuju ke selatan dengan kecepatan 9 Knots.

KN Pulau Nipah memang telah mendekati kapal survei China, hanya saja tidak berhasil melakukan pemeriksaan dan pendataan karena terhalang cuaca buruk.

KN Pulau Nipah kemudian membayangi kapal survei China hingga keluar dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

"Bakamla RI berhasil membayangi kapal di Selat Sunda pada Rabu malam (13/1)," ujar Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Wisnu Pramandita, Kamis (14/1).

Dari hasil komunikasi, Kapal Xiang Yang Hong 03 bertolak dari China menuju Samudra Hindia. Alasan mematikan AIS, ada kerusakan pada sistem tersebut.