Karyawan Kantor, Sales, Dan Kurir Bank di Bandarlampung Positif Covid-19

Reihana/RMOLLampung
Reihana/RMOLLampung

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lampung Reihana mengumumkan, ada lima orang karyawan terpapar virus Covid-19. Diantaranya karyawan kantor, sales, dan kurir bank di Bandarlampung.


"Iya hari ini ada penambahan sebanyak 13 orang, di antara ketigabelas orang itu ada lima orang karyawan yang berasal dari Kota Bandarlampung," katanya, Minggu (20/9).

Ia mengatakan, pasien tersebut nomor 724 laki-laki usia 51 tahun. Pasien ini merupakan kurir di salah satu bank di Bandarlampung.

Selasa (15/9) pasien ini melakukan rapid test massal di kantor bank, dengan hasil reaktif. Kemudian langsung tes swab hasilnya positif, kondisi tanpa gejala dan  sedang isolasi mandiri di rumah.

"Pasien nomor 725 perempuan usia 33 tahun, merupakan sales produk di perusahaan swasta Bandarlampung. Sabtu (12/9) mengeluhkan demam, kemudian rapid tes di rumah sakit TNI-AD Bandarlampung dengan hasil reaktif Covid-19. Sehari kemudian di swab hasil positif dan kini isolasi mandiri di rumah," jelasnya.

Sedangkan, Pasien nomor 726 perempuan usia 62 tahun juga kasus baru. Pasien ini pernah kontak dengan pasien Covid-19 nomor 709 dan pasien nomor 710. Lalu Jum'at (18/9) melakukan rapid tes hasil reaktif, kemudian langsung tes swab hasilnya positif Covid-19. Kondisi saat ini  tidak bergejala dan isolasi mandiri di rumah.

"Pasien nomor 727 perempuan usia 57 tahun juga kasus baru. Pasien ini mempunyai riwayat perjalanan dari Jakarta, Rabu (2/9) tiba di Bandarlampung dan mengeluhkan nyeri dibagian kantong  kemih lalu langsung berobat ke rumah sakit swasta dua kali tetapi tidak sembuh, akhirnya rapid tes di klinik swasta dan swab hasilnya positif dan sedang isolasi mandiri di rumah," katanya.

"Pasien nomor 728 perempuan usia 39 tahun, merupakan pegawai kantor di Lampung Tengah. Tiap harinya pasien ini pulang pergi dari Bandarlampung-Lampung Tengah. Kemudian pasien ini melakukan swab dengan hasil terkonfirmasi positif Covid-19. Kondisinya tanpa gejala dan isolasi mandiri di rumah," tutup Reihana.