Kasasi Ditolak MA, Mantan Kadiskes Lampung Utara akan Ajukan PK

Maya Metissa/Ist
Maya Metissa/Ist

Mahkamah Agung menolak permohonan Kasasi mantan Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, Maya Metissa, atas korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran 2017-2018.


Keputusan MA tersebut tertuang dalam putusan nomor 2614K/Pidsus/2021 yang dipimpin oleh oleh Hakim Agung Sofyan Sitompul.

Kasi Intel Kejari Lampung Utara I Kadek Dwi Ariatmaja mengatakan sudah menerima salinan putusan tersebut dan status perkara Maya Metissa dinyatakan inkrah serta dapat langsung dipidana badan. 

Sementara itu, Kuasa Hukum Maya Metissa Jhoni Anwar mengatakan, pihaknya baru menerima petikan kasasi tersebut.

"Ia ini baru petikan saja," ujarnya, Jumat (12/11).

Jhoni melanjutkan, pihaknya akan menempuh upaya hukum peninjauan kembali (PK) namun, masih menunggu penerimaan salinan putusan terlebih dahulu, untuk dikaji, lalu mempertimbangkan upaya hukum lanjutan.

"Tunggu salinan putusan lengkap dari MA, kami pelajari apa sih pertimbangan hukumnya seperti apa kami pelajari," paparnya.

Diketahui, Maya Metissa divonis empat tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider dua bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang, pada 20 desember 2020 lalu.

Selain itu, Maya juga dibebankan pidana tambahan uang pengganti Rp Rp1,9 Miliar dalam satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Jika tidak dibayar, maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan.

Mendengar putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hardiansyah mengajukan banding. Sehingga pada 3 februari 2021, Majelis Hakim tingkat Banding mengabulkan banding JPU dan Maya dijatuhi pidana penjara tujuh tahun, denda Rp400 juta subsibder dua bulan

Sementara, uang penggantinya sama yakni Rp1,9 Miliar. Atas hasil bandinh tersebut, Maya mengajukan kasasi ke MA dan ditolak.