Kasus Azis, Mantan Direktur Bisnis BUMD LJU Aliza Gunado ikut dicekal

Mantan Direktur PT Lampung Jasa Utama (LJU), Aliza Gunado Ladony
Mantan Direktur PT Lampung Jasa Utama (LJU), Aliza Gunado Ladony

Keterlibatan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam suap penyidik KPK menggelinding ke dugaan kasus suap lain. Orang dekatnya, Mantan Direktur Bisnis BUMD PT Lampung Jasa Utama (LJU) Aliza Gunado ikut dicekal.


Menurut Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, setelah pencekalan terhadap Azis hingga enam bulan, Aliza juga dicekal agar pada saat dipanggil dan diperiksa tetap berada di Indonesia.

Namun, dia belum mau membeberkan keterkaitan Aliza. Ia berdalih penyidikan masih berjalan. Namun diduga terkait dengan kasus pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng).

Pada saat sidang korupsi Mantan Bupati Lampung Tengah, 11 Februari lalu, muncul nama Aliza sebagai mediator anggaran yang diajukan Pemkab Lampung Tengah lewat Azis Syamsudin.

Dalam sidang tersebut, Mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Lamteng Taufik Rahman mengatakan melalui Aliza fee R 2,5 miliar untuk pengu­rusan DAK Lampung Tengah Tahun 2017 dari Rp23 miliar menjadi Rp 100 miliar.

Kesaksian Taufik dibenarkan Mustafa. Mustafa mengungkapkan pernah mendatangi rumah Azis. Menurutnya, Azis meminta fee 8 persen untuk mengusulkan DAK bagi Kabupaten Lampung Tengah.

Mustafa lalu menyuruh Kepala Dinas Bina Marga, Taufik Rahman untuk berkoordinasi dengan Azis guna pengurusan DAK.

Azis membantah meminta fee dalam pengurusan DAK Lampung Tengah tahun 2017. “Tidak benar,” katanya.