Kasus Benih Jagung, Kejati Lampung Kembali Periksa 3 ASN

Kasi Penkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan/ RMOLLampung
Kasi Penkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan/ RMOLLampung

Kejaksaan Tinggi Lampung kembali memeriksa saksi-saksi penerimaan barang kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan benih jagung Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI yang dialokasikan untuk Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2017 ini.


Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Lampung Andrie W Setiawan mengatakan, hari ini, penyidik bidang pidsus memeriksa tiga saksi lagi dari unsur ASN. 

Di antaranya berinisial SY dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung,  DY Berasal dari UPT Tanaman Pangan Malang dan NM berasal dari UPT Tanaman Pangan Surabaya.

"Jaksa penyidik bidang pidsus Kejati Lampung memeriksa tiga orang diantaranya SY, DY dan NM," kata dia, Senin (31/5).

Kamis lalu (27/5), Kejati juga telah melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap empat empat saksi dari unsur ASN Provinsi Lampung, yakni berinisial SY, BA, US, dan AH. 

Sebelumnya, Kejati telah menetapkan tiga tersangka kasus pengadaan benih jagung Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI yang dialokasikan untuk Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2017 ini. 

Yakni, Mantan Asisten II Pemerintah Provinsi Lampung Edi Yanto, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Herlin Retnowati, dan Rekanan IMM (Imama). 

Kejati juga telah mengajukan pencegahan keluar negeri bagi tiga tersangka ini ke Bidang Intelijen Kejati Lampung dan diteruskan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk diproses dan diverifikasi  kelengkapannya. 

"Sekarang masih proses, kalau nanti dinyatakan lengkap (oleh Kejagung), maka diterbitkan Surat Keputusan Jaksa Agung tentang pencekalan yang selanjutnya dikirim ke Kemenkumham RI," ujarnya, Senin (10/5).

Proses ini, lanjutnya diatur dalam UU No.6 Tahun 2011 tentang keimigrasian Pasal 91 ayat 2 huruf b yang berbunyi Menteri melaksanakan pencegahan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan dan Jaksa Agung sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kejati Lampung juga telah menyita satu rumah di daerah Bataranila dan satu gudang di daerah Sukabumi Kota Bandarlampung milik tersangka rekanan IMM (Imama). 

Penyitaan yang dilakukan saat penyidikan ini sebagai salah satu upaya penyidik untuk mengejar pemulihan atau pengembalian kerugian keuangan negara dalam tindak pidana korupsi.