Kasus DBD 2021 di Pringsewu Turun Drastis Dibanding 2020

dr. Herlambang/ Nurul Ikhwan
dr. Herlambang/ Nurul Ikhwan

Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pringsewu mengalami penurunan drastis. Tahun 2020 angka DBD mencapai 1000 kasus. Namun, mendekati penghujung tahun 2021 hanya sekitar 192 kasus. 


Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Pringsewu, dr. Herlambang, kepada Kantor Berita RMOLLampung,Senin (27/12).

"Secara Nasional, insiden rate kita diharapkan sampai akhir tahun jangan sampai 49 per 100.000 jumlah penduduk," kata dia. 

Namun, kata Herlambang, sampai sekarang ini insiden rate di Pringsewu sudah 47. Dan kasus DBD memang secara ritme, musim penghujan, hingga Februari mendatang itu akan mengalami peningkatan. Sementara untuk insiden rate itu diharapkan jangan sampai 49 kasus. 

"Memang kasus secara ritme, musim penghujan, akhir tahun, sampai Februari terjadi peningkatan kasus.Puskesmas sudah kami ingatkan, kami warning dan kami siapkan logistik," lanjutnya

Ia menjelaskan sampai saat ini ada 100 kasus , 1 meninggal dunia dari Gadingrejo usia 10 tahun. Warga yang terjangkit DBD rata-rata semua usia, kebanyakan anak-anak, remaja dan ibu-ibu.

Sementara angka penyebar DBD yang paling banyak ada di tiga Kecamatan yakni, Gadingrejo, Ambarawa, dan Pringsewu.

"September cuma 9 kasus, Oktober 25 kasus, November 36 kasus, dan Desember ini kalau ditotal satu tahun ini sekitar 192 kasus," jelasnya

Dia menambahkan, pihak Dinkes sudah melakukan langkah langkah dan sudah membuat surat edaran mulai bagaimana instansi harus ada penanggungjawab. 

"Penggerakan masyarakat sudah kita coba untuk tidak berbicara tingginya kasus saja. Tapi berbicara bagaimana gerakkan sama-sama. Jumantik, pencegahan yang paling bagus 3M plus," pungkasnya.