Kasus Korupsi Benih Jagung Naik ke Pengadilan, Disidangkan Pekan Depan

Kejaksaan Tinggi Lampung mendaftarkan berkas kasus korupsi benih jagung ke PN Tanjungkarang/ Faiza Ukhti
Kejaksaan Tinggi Lampung mendaftarkan berkas kasus korupsi benih jagung ke PN Tanjungkarang/ Faiza Ukhti

Kasus dugaan korupsi pengadaan benih jagung dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian untuk Provinsi Lampung tahun anggaran 2017 telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Selasa (28/9).


Kasus perkara dua terdakwa yakni mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Lampung Edi Yanto dan Direktur Utama PT. Dempo Agro Pratama Inti bernama Imam Mashuri ini akan disidangkan Rab6 (5/9) pekan depan. 

Ketua Majelis Hakimnya adalah Hendro Wicaksono dan dua Hakim Anggota yakni Hakim Edi Purbanus dan Hakim Gustina Aryani.

"Sidangnya Rabu pekan depan," kata Ketua Majelis Hakim Hendro. 

Sementara Kejaksaan Negeri Bandarlampung menunjuk 11 Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin oleh mantan Jaksa KPK Sobari Kurniawan. 

Berkas perkara dua terdakwa ini tercatat dalam Nomor perkara 38/Pid.Sus-TPK/2021/PN Tjk dan 39/Pid.Sus-TPK/2021/PN Tjk di antara kan oleh jaksa 

Satu tersangka lainnya yakni mantan Kabid di Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Lampung Herlin Retnowati meninggal dunia saat menjalani pengobatan kankernya, awal September lalu. 

Dua tersangka ini disangkakan telah melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001, tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Kejati Lampung memperkirakan Kerugian Keuangan Negara mencapai sebesar Rp8 miliar, dari nilai pagu yang dianggarkan senilai Rp140 miliar.