Kasus Pungli, Polda Dalami Indikasi Keterlibatan Atasan 2 ASN Inpektorat Lamtim

 Empat tersangka terdiri dari 2 oknum ASN Inspektorat Lampung Timur (Lamtim), kepala desa (Kades) dan anggota LSM, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satgas Saber Pungli.


Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, keempatnya diamankan karena diduga melakukan pungutan liar (Pungli).

"Penangkapan dan penahan dilakukan karena ada masyarakat yang melaporkan bahwa ada dugaan pemaksaan dari perangkat desa tersebut untuk memberikan sejumlah uang," kata Pandra, sapaannya, Jumat (10/7).

Menurutnya, pungutan yang dilakukan oleh aparat desa tersebut termasuk kategori pungli karena adanya pemaksaan.

"Yang mana hasil yang didapat itu akan dimanfaatkan pada mereka berdua baik LSM maupun ASN, atau 4 tersangka," jelasnya.

Lanjutnya, belum diketahui apakah ada arahan dari atasan untuk melakukan pungli.

"Kita lihat nanti hasil fakta-fakta dilapangkan, proses pengembangan dan penyelidikan. Kita harapkan tidak ada lagi penyalahgunaan keuangan negara, apalagi kita sudah ada Satgas Saber Pungli," ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya Satgas Saber Pungli dan juga penekanan presiden maka tidak ada lagi pungutan-pungutan liar.

"Apabila terjadi pungutan liar, bisa melapor ke Satgas Saber Pungli yang telah dibentuk di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Jadi kita bersinergi dengan aparat pengawasan instansi pemerintah," jelasnya.