Kasus Stunting Capai 19,4 Persen, Pemkot Bandar Lampung Bentuk Roaming 

Pemkot Bandar Lampung membentuk Roaming/Tuti
Pemkot Bandar Lampung membentuk Roaming/Tuti

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung meluncurkan program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) serta Remaja dan Organisasi Masyarakat Antisipasi Stunting (Roaming). Hal ini dilakukan untuk menekan kasus stunting di Kota Bandar Lampung. 


Tercatat kasus stunting di Kota Bandar Lampung berdasarkan survey status gizi Indonesia (SSGI) mencapai 19,4 persen. Namun data tersebut disangkal oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, menurutnya hanya 3,2 persen. 

"Kami sudah mengecek di lapangan bahwa anak yang kecil itu bukan masalah kurang gizi, namun faktor keturunan sehingga anak terlihat kecil," kata Eva Dwiana di Gedung Semergo, Senin (28/11). 

Menurutnya, dengan dibentuk Roaming diharapkan bisa membantu Kota Bandar Lampung dalam melakukan pendataan, serta menyosialisasikan kepada masyarakat dalam antisipasi stunting. 

"Nanti Roaming akan ada dana operasional seperti posyandu. Sehingga diharapkan tahun 2023 tidak ada kasus stunting di Kota Bandar Lampung," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Santi Sundari mengatakan Roaming merupakan inovasi Kota Bandar Lampung. Tercatat ada 300 remaja yang tergabung dalam Roaming. 

"Remaja ini sebagai calon pengantin dan kedepannya harus paham tata cara untuk menjadi orang tua. Sehingga diharapkan bisa menghasilkan generasi yang tidak stunting nulai dari remajanya, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu punya balita," jelasnya.