Kasus UU ITE Hina Anggota DPRD Bandar Lampung, IRT Dituntut Percobaan 6 Bulan

Illustrasi/RMOLLampung
Illustrasi/RMOLLampung

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bandar Lampung menuntut hukuman pidana percobaan selama 6 bulan terhadap seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Neni Teniah. 


Warga Kelurahan Labuhan Ratu, Bandar Lampung tersebut mendengarkan tuntutan JPU di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (27/12).

Neni Teniah dituntut dengan Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 (3) lantaran dianggap telah menghina Anggota DPRD Hadi Tabrani di Media Sosial facebook. 

Pasal tersebut berbunyi, telah dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau membuat mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik. 

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Neni Teniah binti (Alm) Karim, oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 bulan, dengan masa percobaan selama 6 bulan," ujar JPU Irma di Pengadilan. 

Awal perkara, Neni merasa tidak adil, lantaran suaminya, Farid Kamaral yang bekerja sebagai penanggung jawab parkir di Elzatta dan Holland Bakery diganti tanpa konfirmasi. Penggantinya adalah Ismail yang merupakan kakak kandung Hadi Tabrani. 

Setelah mencoba menghubungi Ismail, Neni tidak mendapatkan jawaban. Setelah itu, Neni menghubungi Kepala UPT Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah Bandar Lampung Wilayah Kecamatan Labuhan Ratu Nuril Azmi. 

"Menurut pengakuan dari saksi Nuril bahwa sebelumnya saksi korban Hadi Tabrani mengajukan nama kakak kandungnya yaitu saksi Ismail untuk menggantikan nama petugas lama karena sudah meninggal dunia," jelas Jaksa. 

Neni yang tidak terima kemudian memposting kata-kata di dalam grup Facebook Lapor Bunda Eva. Pada postingan tersebut, Neni menyebut Politisi dari PAN itu sudah melanggar HAM dan kode etik melakukan perbuatan tidak menyenangkan. 

Hal itu dengan memaksa dan menekan petugas Dispenda untuk mengganti SPT lahan parkir milik anak yatim demi mengalihkan untuk Kakak kandungnya tanpa konfirmasi terlebih dahulu. 

"Ini namanya sabotase, saya akan perkarakan masalah ini ke jalur hukum mohon dukungan dan doanya rakyat Lampung atas pendzoliman ini padahal ini bulan puasa karena jabatan anggota dewan menjadi kesombongan untuk menyakiti seorang janda miskin dan 2 anak yatim,"ujar potongan postingan Neni. 

Selain itu, Neni juga mengunggah story Facebook di akun pribadinya, yang mencantumkan foto Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Hadi Tabrani, dengan sebuah kalimat, "Ini yang katanya anggota dewan yang telah merampas hak rakyat kecil ga paham aturan,".

Persidangan ini akan kembali digelar pada Senin pekan depan 3 Januari 2022, dengan agenda pembacaan putusan dari Majelis Hakim.