Kawasan Register 39 Porak-poranda Oleh Penambangan Emas



















Kawasan Hutan Lindung Register 39 telah porak-poranda oleh penambangan emas PT Natarang Mining di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung mengingatkan perusahaan dan para pemangku kepentingan agar kerusakan hutan tidak semakin parah.

"Jangan menunggu ijinnya habis baru dilakukan rehabilitasi lahan," ujar Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri kepada Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (17/6).

[caption id="attachment_45171" align="alignnone" width="608"] Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri/Foto Ist[/caption]






Menurut dia, bekas galian tambang yang sudah tidak dieksplorasi lagi harus segera direhabilitasi dalam rangka pemulihan Register 39. "Dicicil," tandasnya.

Jangan sampai, katanya, ijinnya keburu habis. "Resikonya bisa tidak dilakukan rehabilitasi bekas penambangan oleh perusahaan tersebut," ujar Irfan.





Informasi dari Nuzul Irsan, anggota Dewan Fraksi Partai PKB Komisi III DPRD Kabupaten Tanggamus, PT. Natarang Mining mau tutup.

Dia juga mempertanyakan tanggung jawab perusahaan terhadap limbah maupun reboisasi dari dampak terhadap eksplorasi lahan tersebut.





Menurut Irfan Tri Musri, harus ada pengawasan lingkungan oleh Dinas Lingkungan Hidup Tanggamus dan Provinsi Lampung, katanya.

Sebelumnya, Sekjen DPP Kemala (Kepedulian Masyarakat Lampung) Dedi Irawan geram rusaknya ekosisten kawasan hutan lindung akibat penambangan emas.

Dia minta pertanggungjawaban perusahaan dan pemerintah atas rusaknya ekosistem dan pencemaran lingkungan akibat limbah dari tambang emas.