Ke LKPK Bina Dharma Pringsewu, Wamen Minta Calon Naker Dibekali Bahasa Negara Tujuan

Wamen Naker Afriansyah Noor di LKPK Bina Dharma Pringsewu/Ist
Wamen Naker Afriansyah Noor di LKPK Bina Dharma Pringsewu/Ist

Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamen Naker) Afriansyah Noor melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Lembaga Kursus dan Pelatihan Kerja (LKPK) Bina Dharma, Jalan Sakti Raya, Pringsewu Barat Kabupaten Pringsewu. 


Kunker pada Jumat (18/11) tersebut, Wamen didampingi Kepala Disnaker Provinsi Lampung Agus Nompitu. Sedangkan dari Pemkab Pringsewu hanya disambut oleh Kepala Disnakertrans Pringsewu Jonrawardi. Turut hadir juga Kabagops Polres Pringsewu Kompol Kisron dan Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Ansori. 

Wamen menyatakan lembaga pelatihan kerja harus benar-benar menciptakan anak didik yang siap kerja. Selain skill atau keterampilan calon tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri, lembaga pelatihan kerja juga harus membekali dengan kemampuan bahasa asing.

Wamen menuturkan, saat ini sekitar 200 lembaga pelatihan kerja yang memberikan pelatihan. Karena itu berharap dukungan Kadisnaker Lampung Agus Nompitu, menyusul upaya Kemenaker menambah kuota magang Jepang dan Korea. 

"Dengan membekali calon tenaga kerja dengan tambahan kecakapan berbahasa di lembaga pelatihan kerja," kata Wamen.

Kadisnaker Lampung Agus Nompitu menyatakan kesiapannya bersinergi serta mendukung program Kementerian Tenaga Kerja.

Dalam kunjungan tersebut, Wamen juga berkesempatan meninjau laboratorium komputer dan berinteraksi langsung dengan siswa. 

Sementara dalam paparannya, Direktur LKPK Bina Dharma Junaidi menyampaikan sejumlah jurusan di lembaga tersebut. Di antaranya otomatisasi tata kelola perkantoran atau operator komputer. Kemudian, desain grafis, animasi, progressing multimedia dan digital marketing website.

Program selanjutnya public speaking, tiga dimensi, teknik komputer dan jaringan serta teknisi komputer.

"Kita mempunyai kursus offline. Alhamdulillah juga kursus online dan mempunyai kurang lebih peserta didik 5.000 orang," kata Junadi.