Kebun 1 Hektar Jadi Taliasih Damai Dugaan Pelecehan Seksual di Pekon Tanjungan

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Kebun seluas 1 hektar menjadi taliasih perdamaian dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Dusun Tanjunganom Pekon Tanjungan, Kecamatan Pematangsawa Kabupaten Tanggamus.


Slamat, adik ipar Po, terduga pelaku mengatakan, bahwa permasalahan sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Dua pihak sepakat melakukan perdamaian secara tertulis bermaterai, dengan perjanjian keluarga korban tidak akan menuntut secara hukum.

Poin lain isi perjanjian damai tersebut diantaranya, terduga pelaku bersedia membiayai sekolah korban sampai umur 25 atau sampai korban menikah, dan menghibahkan sebidang tanah kebun seluas 1 hektar sebagai taliasih kepada keluarga korban. Surat hibahnya sedang diurus di pemerintahan Pekon Tanjungan.

Dijelaskan Slamat, di balai pekon tanjungan dirinya menyampaikan kepada kepala pekon prihal pemberian taliasih tersebut, dan sudah dilakukan pengukuran bersama keluarga korban atau calon penerima hibah. Secepatnya ia akan mengupayakan legalitas hibah tersebut.

"Kakak ipar saya sedang diungsikan di sebuah pondok pesantren, hal tersebut sebagai upaya untuk menenangkan istri dan keluarganya," jelasnya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Senin (17/1). 

Pengacara, Buyung M menjelaskan terkait kehadirannya menyaksikan kesepakatan perdamaian antara keluarga korban dan pelaku atas permintaan keluarga korban sebagai pendampingan restorative justice semata, namun bukan sebagai lawyer keluarga. "Saya tidak ikut membubuhkan tandatangan dalam perjanjian tersebut," katanya.