Kejanggalan Di Debat Kedua, Bawaslu Minta KPU Evaluasi

Dedy Triadi/RMOLLampung
Dedy Triadi/RMOLLampung

Bawaslu meminta KPU Bandarlampung mengevaluasi debat kandidat kedua di Hotel Emersia, Rabu (18/11) malam. 


Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah mengatakan, pihaknya melihat ada kejanggalan. Seperti indikasi adanya kisi-kisi jawaban.

"Menurut pengawasan kita, para calon seperti melihat ke arah bawah terus, tapi kita juga harus analisa, apakah ini model pembawaan calon atau bukan. Ini kita teliti secara seksama," kata dia usai debat.

Selain itu, Bawaslu mengingatkan calon untuk tidak menyerang calon lain secara personal. Juga tidak boleh bertepuk tangan jika tidak dizinkan oleh moderator. 

"Kami sudah sampaikan secara lisan ke KPU, nanti akan koordinasi agar merubah pola dan mengevaluasi kegiatan ini, karena kalau kita bandingkan dengan debat sebelumnya lebih tertib debat pertama," tambahnya. 

Menanggapinya, Ketua KPU Bandarlampung Dedy Triadi menyatakan tak ada kaisi-kisi jawaban.

Dia menegaskan siap dievaluasi agar debat terakhir bisa lebih baik. 

"Siap evaluasi demi kebaikan karena tinggal debat ketiga, kita berharap lebih tepat, terkait durasi dan tata tertib terutama tidak di luar kontek tema, yakni terkait pelayanan publik dan juga memperkokoh NKRI dan kebanggsaan," kata dia. 

Ia juga mengakui ada beberapa kendala teknis dalam debat, salah satunya durasi debat yang seharusnya 90 menit menjadi 120 menit. 

"Karena memang ada perubahan di segmen dua dan tiga memang ada kendala teknis, karena kalau lebih dari 120 menit itu udah titik jenuh juga orang mendengar, dikemas dengan 6 segmen agar tiap segmen itu tidak terlalu panjang," kata dia. 

Menurutnya, itu terjadi lantaran moderator banyak melakukan improvisasi.