Kejari Pringsewu Ungkap Pertimbangan Tetapkan Sriwahyuni Tahanan Kota

Kasi Intel Median Suwardi mewakili Kajari Pringsewu Ade Indrawan/ Nurul Ikhwan
Kasi Intel Median Suwardi mewakili Kajari Pringsewu Ade Indrawan/ Nurul Ikhwan

Tersangka dugaan korupsi dana makan dan minum Sekretariat DPRD Pringsewu, Sriwahyuni ditetapkan sebagai tahanan kota dan dikenakan wajib lapor.


"Dikenakan wajib lapor Senin dan Kamis. Sriwahyuni tidak boleh ke luar kota.Kalaupun ada keperluan ke luar kota, ia harus mendapat izin dari penyidik," kata Kasi Intel Median Suwardi mewakili Kajari Pringsewu Ade Indrawan Senin (4/10).

Median menjelaskan, Sriwahyuni ditetapkan sebagai tahanan kota mengingat kondisi kesehatannya kurang baik.

"Kondisi kesehatan itu dibuktikan dengan surat rekam medik.Selain itu, tersangka kooperatif dan pihak keluarga telah membuat surat jaminan," jelasnya.

Penyidik Kejari Pringsewu menjerat tersangka dengan ancaman primer pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal subsidernya pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 15 tahun," pungkasnya.