Kejati Janji Buka-bukaan Soal Dugaan Korupsi Dana KONI Rp30 M

Kasi Penkum Kejati Lampung Made Agus Putra Adyana/ Faiza Ukhti
Kasi Penkum Kejati Lampung Made Agus Putra Adyana/ Faiza Ukhti

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung berjanji buka-bukaan seperti membeberkan nama-nama saksi yang sudah diperiksa terkait dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung Rp30 M. 


Kasi Penkum Kejati Lampung Made Agus Putra Adyana mengatakan, kasus ini masih tahap penyelidikan atau tahap klarifikasi pada pihak-pihak terkait. 

Made berjanji, akan memberikan keterangan lengkap jika kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan. Dia meminta semua pihak untuk bersabar menunggu perkembangan. 

"Saat ini masih tahap awal jadi belum bisa dijelaskan secara spesifik siapa saja yang diperiksa, kita masih mengklarifikasi. Kejati akan terbuka jika sudah masuk penyidikan," ujarnya, Selasa (12/10).

Ia mengatakan, penyidik Kejati Lampung baru memeriksa tujuh orang saksi dan masih memanggil pihak ketiga untuk memberikan keterangan. 

Sementara itu, pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap pengurus KONI Lampung. Pasalnya, mayoritas pengurus masih berada di Papua untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. 

"Ya belum ada diperiksa. Kan masih ikut PON," kata mantan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Kejaksaan Negeri Serang ini. 

Sebelumnya, hanya Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Lampung Hannibal yang mengakui secara terbuka bahwa dirinya sudah diperiksa pertengahan Agustus lalu. 

Hannibal juga menjabat sebagai Ketua Harian KONI Lampung. Ia mengaku, menjelaskan kepada Kejati bahwa dana tersebut adalah hibah dari Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dispora untuk keperluan PON Papua XX 2021.

Kasus ini berawal dari pertanyaan Komisi V DPRD Lampung terhadap Laporan Anggaran KONI Rp30 M yang terlambat berbulan-bulan diserahkan.