Kejati Siap Sanksi Jaksa di Lampura yang Jadi Tersangka Pemilik 200 Pil Psikotropika

Kasi Penkum Kejati Lampung I Made Agus Putra/Faiza
Kasi Penkum Kejati Lampung I Made Agus Putra/Faiza

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung siap memberikan sanksi jika nantinya Jaksa Kejaksaan Negeri Lampung Utara (Kejari Lampura) berinisial CR terbukti bersalah atas kepemilikannya 200 pil psikotropika jenis Alprazolam.


"Jika ada niatan dia untuk mengonsumsi itu dan dalam pemeriksaan terbukti bersalah maka kami tidak segan-segan memberikan sanksi baik ringan, sedang hingga berat," ujar Kasi Penkum Kejati Lampung I Made Agus Putra, Senin (31/10).

Saat ini, Jaksa CR telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Tim Penyidik Satresnarkoba Polres Lampura. Namun, Jaksa CR belum ditahan karena bersifat kooperatif selama penyidikan.

Made mengatakan, Jaksa CR yang menjabat sebagai Kepala Sub Bidang seksi (Kasubsi) Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Lampura itu masih bertugas dan status jabatan belum dilepas.

"Belum ada pemindahan, masih bertugas di sana. Kalau untuk status tersangkanya silakan tanyakan ke Polres," katanya.

Ia menegaskan, Tim Pengawasan Kejati Lampung telah memanggil dan memeriksa Jaksa CR untuk dimintai keterangan.

Hasilnya, kata Made, Jaksa CR mengaku mengkonsumsi pil psikotropika jenis Alprazolam atas resep dokter sejak tahun 2019.

"Ada rekam medis ybs sakit, dan akan kontrol lahi tanggal 22 November ini karena gangguan panik. Dia sedang dalam proses rawat jalan," pungkasnya.