Kemenag Lampung Sebutkan Sejumlah Barang Wajib Bersertifikat Halal

Kasi Produk Halal Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Mulyawati Berawi/Ist
Kasi Produk Halal Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Mulyawati Berawi/Ist

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Lampung mengatakan kebijakan wajib bersertifikat halal bagi produk kosmetik, obat-obatan dan barang gunaan dimulai sejak 17 Oktober 2021 hingga lima tahun ke depan.


"Inikan baru pemberlakuannya dan akan saya pelajari terlebih dahulu, karena kalau untuk makanan dan minuman berlaku sejak 17 Oktober 2019 - 17 Oktober 2024," kata Kasi Produk Halal Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Mulyawati Berawi, Senin (18/10).

"Mulai 17 Oktober 2021 penahapan untuk barang-barang (obat-obatan, kosmetik, barang gunaan, dan lenahapan kewajiban sama seperti makanan dan minuman berlaku 5 tahun," sambung dia.

Ia mengatakan ketiga produk yang diwajibkan bersertifikat halal yakni, pertama produk barang gunaan mulai dari barang gunaan kategori sedang, penutup kepala, aksesoris, perbekalan rumah tangga.

"Lalu perlengkapan peribadatan bagi umat Islam, alat tulis dan perlengkapan kantor, barang gunaan kategori alat kesehatan kelas risiko a, b, c," kata Mulyawati Berawi.

"Yang kedua sertifikat halal bagi produk kosmetik, mulai dari produk kosmetik kimiawi, produk kosmetik rekayasa genetik," ujarnya.

Ketiga bagi produk obat-obatan yaitu obat tradisional, obat kuasi, obat bebas, suplemen kesehatan, obat bebas terbatas, obat keras kecuali psikotropika.

Sebelumnya, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) telah mewajibkan seluruh produk makanan, minuman, serta hasil dan jasa sembelihan bersertifikat halal.

"Karena, sertifikasi halal di Indonesia sebagai amanah Undang-undang Nomor 33 tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal yang mengatur bahwa produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal," kata Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Minggu (17/10).