Kemendikbud Ristek Akan Segera Tunjuk Pengganti Rektor Unila 

Inspektur Investigasi Itjen Kemendikbud Ristek, Lindung Saut Maruli Sirai/Ist
Inspektur Investigasi Itjen Kemendikbud Ristek, Lindung Saut Maruli Sirai/Ist

Tiga petinggi Universitas Lampung (Unila) telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri. Sehingga jabatan rektor, wakil rektor bidang akademik dan ketua senat Unila kosong. 


Menanggapi hal tersebut, Inspektur Investigasi Itjen Kemendikbud Ristek, Lindung Saut Maruli Sirait mengatakan Kemendikbud Ristek akan segera mengambil kebijakan untuk pengisian jabatan pemimpin Universitas Lampung (Unila) yang kosong. 

"Dengan kasus ini, mau tidak mau pimpinan kementerian harus segera mengambil kebijakan karena tidak boleh ada kekosongan," kata Lindung Saut Maruli Sirait saat konferensi pers, Minggu (21/8). 

Menurutnya, kemungkinan jabatan kosong tersebut akan di Plt kan. Nantinya Menteri Nadiem Anwar Makarim akan menunjuk pengantinnya. 

"Kemungkinan nanti akan di plt kan. Itu akan dikeluarkan kebijakan oleh mas menteri pendidikan," ujarnya. 

Sebelumnya, KPK resmi menetapkan Rektor Unila, Prof Karomani sebagai tersangka kasus suap proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unila tahun 2022, Minggu (21/8) pagi.

Prof. Karomani ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya. Di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Heryandi (HY), Ketua Senat Unila Muhammad Basri (MB) dan pihak swasta Andi Desfiandi (AD).

"KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan 4 tersangka," kata Direktur Penyidikan KPK Kombes Asep Guntur Rahayu dalam jumpa persnya.

Atas perbuatannya tersebut, Prof. Karomani, Heryandi dan Muhammad Basri selaku penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 199 tentang Pemberantasan tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.