Kencingi Kitab Suci, MR Masih Bebas Di Bandarlampung

Empat velg mobil raib, MR nekad membuktikan bukan pencurinya dengan kencingi Kitab Suci/Foto RMOLLampung
Empat velg mobil raib, MR nekad membuktikan bukan pencurinya dengan kencingi Kitab Suci/Foto RMOLLampung

Gunawan Pharikkeshit menilai aneh masih bebasnya pelaku yang telah mengencingi Alquran di Jl. WR. Supratman, Telukbetung Selatan, Kota Bandarlampung.


"Apa yang dilakukan MR itu sudah menistakan Kitab Suci Umat Islam," kata advokad yang juga penggiat demokratisasi tersebut kepada RMOLLampung, Kamis (22/10).

Alih-alih diamankan, GN yang ditahan sejak Rabu (21/10) atas laporan MR ke Mapolresta Bandarlampung. Tukang las mobil itu diperiksa pagi sebagai saksi, kemudian gelar perkara, langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Resky Maulana membenarkan tengah memeriksa MR dan GN. Motif yang tergambar adanya saling tuduh hilangnya barang, ujarnya kepada awak media, dua hari lalu.

Menurut Gunawan, peristiwa berawal dari hilangnya velg mobil. GN dan AD mencurigai pelakunya adalah MR. MR tak terima tuduhan GN sebagai tukang las dan AD sebagai pemilik mobil.

Untuk ngetes kejujuran MR, GN dan AD menantang MR disumpah pakai Alquran. "MR malah balik menantang jangankan sumpah Alquran di kepala, nginjak-nginjak Alquran juga berani," ujar Gunawan berdasarkan cerita kliennya.

GN dan AD melihat MR sebegitu ngotaknya mereka menantang keberanian MR mengencinginya dan ternyata benar-benar nekad dilakukan MR. 

Gunawan Pharikkesit saat menyimak penuturan keluarga pelapor/Foto GP

"Jadi tak ada tekanan, adanya saling tantang," kata Gunawan. Kliennya juga tak bawa senjata tajam dan di lokasi terbuka dan MR tidak dalam kepungan. Yang ada, MR nekad mengencingi Alquran, ujar Gunawan

Setelah mengencingi Alquran, GN dan AD membiarkan MR pergi. Sebelum meninggalkan GN dan AD, MR mengancam akan melakukan perhitungan. Dia tak terima dituduh mencuri velg mobil.

Ternyara, MR melaporkan bahwa dirinya telah dipaksa dan diancam GN dan AD mengencingi Alquran ke Polresta Bandarlampung. "Tak ada paksaan, tak ada tekanan, yang ada MR nekad melakukan tantangan," kata Gunawan.

Berdasarkan laporan sepihak itu, GN dan AD diproses pihak kepolisian dengan alasan telah membakar Alquran dan memaksa MR mengencingi Alquran. Alasan AD membakar Alquran, dia anggap "kotor" setelah dikencingi MR.

"Yang menantang berani mengencingi Alquran bebas, klien saya kehilangan velg mobil malah diancam pasal 353 pengancaman, pasal 170 pengeroyokan, dan pasal 156 (a) penistaan agama.