Kepala SDN Binjaiwangi Diperiksa Inspektorat Tanggamus

Kepala SDN Binjaiwangi usai menjalani pemeriksaan di Inspektorat Tanggamus/Ist
Kepala SDN Binjaiwangi usai menjalani pemeriksaan di Inspektorat Tanggamus/Ist

Kepala Sekolah bersama 3 dewan guru SDN Binjaiwangi Kecamatan Pugung, diperiksa Irbanwil 2 Inspektorat Tanggamus, Kamis (24/9).


Pemeriksaan terkait dugaan konkalikong pelaksanaan pembangunan gedung perpustakaan, dan pungutan Rp25 ribu/siswa penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).

Usia pemeriksaan, Kepala SDN Binjaiwangi tidak bersedia diwawancara. Dia menyilakan bertanya ke Inspektorat. Bergegas dia menaiki mobil yang sudah menunggu.

Kantor berita RMOLLampung mengkonfirmasi Irbanwil 2 Nuripin. Dia mengatakan hasil pemeriksaan tanyakan langsung kepada sekretaris yang melakukan klarifikasi kepada kepsek dan dewan guru.

Di ruangannya, Gustam mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dan pengumpulan data terkait dengan pekerja tukang dari luar, tidak dipasangnya plang pelaksana kegiatan.

Dia mengatakan, terkait tidak dilibatkannya komite sekolah, karena ketua komite yang lama sudah digantikan, karena dia tidak lagi mengajar disekolah tersebut.

“Terkait aturan ketua komite harus dari masyarakat sipil berstatus ASN, itu informasinya dari juklak pengadaan swakelola jelas kepala sekolah,” kata Gustam.

Terkait hasil pemeriksaan ini akan kita telaah dan gali lagi berdasarkan arah kebijakan dan aturan yang ada.

"Kaitan pungli 25ribu/siswa, itu diakui, tapi bukan berarti mereka yang meminta itu diberikan untuk biaya pengurusan mereka bolak-balik ke Bank, uang itupun sekarang sudah dikembalikan lagi,” katanya.

Menurut Gustam, pihak sekolah mengembalikan uang yang sempat diterima dari wali murid, itu sah-sah saja. Itu merupakan satu kesalahan, tapi rekomendasi kita harus dikembalikan.

"Kalau untuk sanksi, dia hanya guru honor yang diminta untuk melakukan pengurusan administrasi, kalau terbukti dia melakukan pungutan dia bisa diberhentikan,” jelasnya.

Berbeda, Kepala Dinas Pendidikan Tanggamus Aswien Dasmi. Kepada kantor berita RMOLLampung mengatakan belum mengetahui ada dugaan kongkalikong pelaksanaan pembangunan perpustakaan, juga pungutan Rp 25ribu/siswa penerima bantuan PIP.

Kadis mengatakan belum ketemu bidang satpras, dia juga sangat menyayangkan kenapa sekolah tidak melibatkan komite sekolah, dan kenapa sampai ada pungutan dana tersebut.

"Nanti saya akan suruh Kabid Dikdas untuk memangilan kepala SDN Binjaiwangi mingu besok, ini harus dipangil,” jelasnya.

Untuk menentukan sanksi, akan dikroscek dulu kedua belah pihak. Itukan baru sumber berita dan kita belum ketemu yang bersangkutan kebenarannya seperti, baru akan ditentukan sanksi.