Kerap Jebol, Warga Berharap Way Semuong Dibangun Tanggul Permanen

Eksavator menormalisasi sungai/ Zairi
Eksavator menormalisasi sungai/ Zairi

Pasca banjir yang menjebol tanggul pembatas sungai dengan permukiman warga Pekon Gunungdoh, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Tanggamus warga harapkan pembangunan tanggul permanen.


Kepala Pekon Gunungdoh, Muzakkir mengatakan, pasca banjir yang menjebol tanggul Way Semuong Rabu 5 Januari lalu, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus, mengerahkan dua unit alat berat eksavator, guna menormalisasi aliran sungai yang mengalami pendangkalan.

Dikatakannnya, setiap banjir besar sudah bisa dipastikan tanggul dari tumpukan krokos tersebut tergerus dan jebol, mengakibatkan luapan air masuk mengenangi permukiman warga. Karenanya dirinya berharap kepada pemkab ataupun pemerintah pusat untuk membuatkan tanggul permanen.

"Kami warga Pekondoh dan sekitarnya sangat berterima kasih kepada pemkab tanggamus, yang telah melakukan normalisasi aliran sungai yang sempat mengalami pendangkalan, juga sebagai upaya antisipasi banjir susulan. Namun kami berharap agar dibuatkan tanggul beton ataupun bronjong," ungkapnya, Minggu (9/1). 

Senada dengan kepala pekon, Arnoli, warga setempat, berharap perhatian pemkab ataupun pemda provinsi segera menangani permasalahan banjir tersebut.

Sebab menurut dia, saat turun hujan mereka selalu merasa was-was, khawatir terjadi banjir dan tanggul jebol dan luapan air mengenangi permukiman mereka. "apalagi rumahnya sangat dekat sekali dengan tanggul aliran way semuong," ungkapnya.