Kesimpulan Komnas HAM: Tewasnya Laskar FPI "Unlawfull Killing"

Komnas HAM Anam menyimpulkan telah terjadi "unlawfull killing" alias pembunuhan di luar hukum tewasnya empat Laskar Khusus (Lasus) FPI oleh anggota Polda Metro Jaya.


Oleh karena itu, Komnas HAM merekomendasikan kasus ini harus dilanjutkan ke penegakan hukum, kata Ketua Tim Penyelidik Kasus Tewasnya Laskar FPI Choirul Anam.

"Dengan mekanisme pengadilan pidana,  kita berharap mendapatkan kebenaran materiil lebih lengkap dan menegakkan keadilan," ujar Ketua Tim Penyelidik Kasus Tewasnya Laskar FPI itu.

Choirul menyampaikan hasil penyelidikan atas "Tragedi KM50" di Kantor Komnas Hak Asasi Manusia (HAM), Jakarta, Jumat (8/1).

"Kasus ini tTdak boleh diselesaikan secara internal. Proses penegakan hukum, akuntabel, objektif dan transparan sesuai denganstandar Hak Asasi Manusia," tekan Anam.

Sisi lain, Komnas HAM juga meminta agar mendalami dan menegakan hukum terhadap orang-orang yang ada di dalam dua mobil Avanza hitam B 1739PWQ dan Avanza silver B 1278 KJD yang merupakan milik petugas.

"Juga mengusut lebih lanjut kepemilikan senjata api yang diduga digunakan oleh Laskar FPI," demikian Anam.