Ketemu Arinal Rakor Covid-19, Herman HN Curhat Sengketa Pilwakot

Herman HN saat rakor vaksinasi Covid-19/ RMOLLampung
Herman HN saat rakor vaksinasi Covid-19/ RMOLLampung

Wali Kota Bandarlampung Herman HN mengikuti rapat koordinasi (rakor) penanganan dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Gedung Pusiban Pemprov Lampung, Selasa (19/1).


Tetapi di sela rakor yang dihadiri Gubernur Arinal Djunaidi itu, Herman HN malah mengeluarkan curahan hati (curhat) tentang pilwakot, terutama soal keputusan Bawaslu Lampung dan KPU Bandarlampung yang mendiskualifikasi pasangan calon nomor urut 3 Eva-Deddy.

"Ini adalah Wali Kota Bandarlampung tidak pernah melanggar undang-undang. Saya patuh dengan undang-undang. Namun kenapa istri saya (Eva Dwiana) dikait-kaitkan, boleh dicek saya membagikan beras beli dari bulog, tidak beli dimana-mana," katanya di ruang rapat.

Ia mengatakan pertengahan September sebagai kepatuhan dengan undang-undang dan berhenti untuk membagikan beras.

"Saya patuh peraturan dan saya berhenti tidak membagikan beras lagi. Karena sudah memasuki 23  tahapan pilkada. Namun perlu diketahui oleh Gubernur dan semua masyarakat bahwa saya sebagai wali kota telah melaksanakan tugas dengan patuh," katanya.

Menurut Herman,  dirinya tidak ada kaitannya dengan pencalonan yang dilakukan Eva-Deddy, melainkan hanya melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sesuai dengan undang-undang.

"Saya tidak ada kaitannya dengan pencalonan istri saya. Saya diem bukan untuk apa-apa , tapi saya enggak mau buat Bandarlampung ini kacau balau," ucapnya.

Ia melanjutkan yang bagikan beras itu bukan hanya wali kota, tapi semua kepala daerah termasuk gubernur membagikan juga.

"Seluruh kepala daerah juga membagikan termasuk gubernur dan presiden," katanya.