Ketiadaan Anggaran, Kerja BPBD Harus Sesuai Proposal dan Rekomendasi Bupati

Rumah warga terancam longsor/ Zairi
Rumah warga terancam longsor/ Zairi

Kerja Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus, harus dengan proposal dan rekomendasi bupati karena ketiadaan anggaran.


Hal tersebut disampaikan Darsum, Kepala Bidang (Kabid) Penangulangan Bencana BPBD Tanggamus, menanggapi talut ambrol rumah dan sekolah di Kampung Pancaniti terancam longsor, pada Jumat (15/10).

Darsum mengatakan, pihaknya tidak mengetahui amrolnya talut sepanjang 8 meter tersebut, akibat hujan lebat yang mengerus sisi sungai, dirinya baru mengetahui setelah dimintai tanggapan. 

"Kalau ada laporan masuk, barulah tim akan turun mensurvei kelokasi, dan kalau ada proposal yang diajukan, akan kami teruskan ke Bupati serta menungu rekomendasinya kalau dananya ada kami akan kerja, karena kas BPBD untuk penangulangan kosong," jelasnya kepada kantor berita RMOLLampung, Senin (18/10). 

Diberitakan sebelumnya, hujan lebat beberapa hari lalu menggerus sisi sungai, mengakibatkan ambrolnya talut di belakang rumah warga di Kampung Pancaniti Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kota Agung, Tanggamus.

Talut sepanjang 8 meter dengan tinggi 4 meter tersebut amrol tergerus banjir pada Senin malam (10/10) lalu selain talut, pondasi belakang warga juga ikut tergerus banjir, serta mengancam bangunan sekolah setempat.

Camat Kota Agung Erlan Deni Saputra mengatakan, dirinya bersama tim dan kelurahan sudah mensurvei lokasi.

"Selain melakukan asesmen kami mengambil dokumentasi untuk pembuatan proposal, melalui kelurahan yang diketahui camat, dan sudah diajukan ke Bupati melalui Sekdakab Tanggamus, dengan harapan agar bisa segera diperbaiki," ujarnya.