Ketua DPD PKS Tanggamus Henisusilo: Jiwa Perlu Asupan Berkualitas

Henisusilo/Ist
Henisusilo/Ist

Ramadan merupakan momen untuk membersihkan diri dari segala kerak yang tumbuh karena gaya hidup dan cara berpikir pragmatis, sehingga menutupi hati dan pikiran serta mematikan nurani dan kemanusian.


"Karenanya, mari kita manfaatkan bulan yang suci ini untuk melakukan pendidikan rohani, dengan aktivitas membina ataupun mengajarkan sisi rohaniah hingga dapat menjalani kehidupan ini dengan tenang, tenteram bahagia dunia dan akherat," jelas Henisusilo, anggota Komisi 2 DPRD Lampung, yang juga Ketua DPD PKS Kabupaten Tanggamus.

Menurutnya, kehidupan modern kini menghadirkan tantangan yang tidak mudah dalam banyak hal, tantangan modernisme tidak akan cukup dihadapi dengan mengandalkan rasionalitas tanpa melibatkan kekuatan matangnya mental atau spiritualitas kita. 

Kesehatan rohani tidak kalah pentingnya dengan kesehatan jasmani, sayangnya manusia sering berfokus pada kesehatan jasmani saja, dengan rajin berolah raga, makan makanan sehat, dan sebagainya.

"Jiwa kita perlu asupan berkualitas dan harus diberikan porsi yang sama dengan kesehatan jasmani. Rangkaian ibadah ramadan adalah sarana untuk melakukan pendidikan ruhani, yaitu ikhlas dalam melaksanakan ibadah mahdhah untuk menguatkan keimanan kita, salat dan puasa memiliki sisi vertikal pertikal rohaniah sekaligus horizontal jasmaniah," ungkapnya.

Ditambahkannya, puasa juga memiliki sisi sosial yang mengajarkan manusia bersimpati dan berempati kepada sesamanya terlebih kepada keluarga prasejahtera. 

Sedangkan ibadah sunah seperti Tarawih, tadarus Alquran, maupun sedekah akan mengikis kerak kotor yang menempel di dinding rohaniah kita.

Ramadan di masa pandemi yang serba dibatasi menjadi fase baru perjalanan spiritual kita, idealnya mampu mendorong kita melakukan muhasabah (Evaluasi Diri) yakni merfleksikan dan menimbang kembali segala hal yang telah kita lakukan selama ini. Mari kita menikmati khusyu menjalankan rangkaian ibadah puasa ramadan, semata karena Allah.

"Semoga pandemi ini tidak meredupkan semangat dan ghirah peribadatan ramadan, makan makanan sehat dan seperlunya, memperbanyak ibadah dan berpikir positif, menjauhkan diri dari informasi provokatif juga hoax, niscaya ramadan tahun 1442 H ini akan berdampak pada kesehatan fisik, ketenagan jiwa dan kebersihan rohani," tutupnya.