Ketua Gerindra Polisikan Panitia Muscab Demokrat Se-Lampung 

Fajar Arifin saat mewakili Sudarsono melapor ke Polresta Bandar Lampung/ Ist
Fajar Arifin saat mewakili Sudarsono melapor ke Polresta Bandar Lampung/ Ist

Muscab Partai Demokrat kabupaten/kota se-Lampung memang telah usai. Sudah ditetapkan Ketua-ketua DPC terpilih. Namun, muscab yang digelar serentak pada 21 Maret 2022 itu ternyata masih menyisakan persoalan.


Sejumlah bakal calon Ketua DPC, merasa ada indikasi penipuan saat penjaringan calon ketua. Pada persyaratan disebutkan, bakal calon membayar kewajiban pembiayaan muscab.

Meski tak disebutkan nominalnya, tapi tercapai kesamaan angka yqng dibayarkan bakal calon yakni senilai Rp25,5 juta. Selanjutnya, bakal calon akan diverifikasi untuk kemudian ditetapkan atau tidaknya sebagai calon ketua.

Sudarsono/ Ist

Namun, bakal calon Ketua DPC Kota Metro, Sudarsono merasa dirinya menjadi korban dugaan penipuan oleh Panitia Muscab yang diketuai oleh Hanifal. Sebab, mantan Ketua DPC Demokrat Metro itu mengaku tidak pernah dipanggil untuk diverifikasi.

Lantaran hingga 6 bulan pasca muscab tak juga ada penjelasan soal tidak adanya verifikasi, Sudarsono yang juga mantan Ketua DPRD Metro 2 periode, akhirnya menempuh jalur hukum.

Sudarsono yang kini Ketua DPD Gerindra Metro, melalui Advokat Fajar Arifin, SH melaporkan dugaan penipuan oleh Panitia Muscab ke Polresta Bandar Lampung, Kamis (22/9).

Laporan tertuang dengan surat tanda bukti Lapor Nomor: LP/B/2258/IX/2022/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/ POLDA LAMPUNG tertanggal 22 September 2022.

Advokat dari Kantor Pengacara Fajar Arifin dan Rekan ini memaparkan, kliennya memiliki bukti penyerahan uang secara langsung Rp500 ribu. Juga, mengantongi bukti transfer Rp25 juta. Semua ditujukan kepada Panitia Muscab dengan staf sebagai penerimanya.

"Apa dasarnya klien kami tidak diverifikasi, padahal sudah membayar kewajiban pembiayaan musda dan melengkapi berkas persyaratan lainnya. Jika diverifikasi saja tidak, bagaimana akan ditetapkan sebagai calon ketua pada muscab itu?" kata Fajar Arifin usai melapor ke Polresta. 

Mengenai alasannya menempuh jalur hukum, Sudarsono yang juga Wakil Ketua Bidang Pertanian Kadin Lampung mengungkapkan, dirinya ingin memeroleh keadilan. Sebab, dirinya merasa sudah mencukupi persyaratan sebagai bakal calon tapi tidak diverifikasi untuk ditetapkan sebagai calon ketua.

"Ada beberapa bakal calon lain yang seperti saya juga, seperti Herwan Mega dari Lampung Utara, Asep Makmur dari Lampung Timur," ujar Sudarsono.

Sudarsono juga mengungkapkan motivasinya maju mencalonkan diri pada Muscab Demokrat Metro. Niatnya maju pencalonan saat itu tak lepas dari dorongan Ketua DPD Demokrat Lampung Edy Irawan.

"Ketua DPD Demokrat Lampung Edy Irawan datang ke rumah saya. Dia minta saya maju untuk mengembalikan kejayaan Demokrat di Metro," ujar Sudarsono.