Ketua IKA FH Unila: Semoga Kasus Korupsi di Unila Jadi yang Pertama dan Terakhir

Ketua IKA FH Unila Abdullah Fadri Auli (tengah)/istimewa
Ketua IKA FH Unila Abdullah Fadri Auli (tengah)/istimewa

Ketua Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Lampung (IKA FH Unila) Abdullah Fadri Auli mengaku masih terkejut atas OTT yang menyeret sejumlah pimpinan Unila.


"Sebagai Ketua IKA FH Unila dan Pengurus IKA Unila saya sangat terkejut dan Prihatin dengan kejadian adanya OTT dari KPK terhadap para pimpinan," kata Bang Aab, sapaan akrabnya, Selasa (23/8).

Ia mengaku malu atas ditetapkannya Karomani Rektor Unila, Heryandi Wakil Rektor Bidang Akademik, dan M. Basri Ketua Senat dan Dekan FKIP sebagai tersangka korupsi l suap pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2022.

"Sebagai warga negara yang baik tentunya saya menghormati serta mendukung proses hukum yang sedang berjalan," ujarnya.

Ia melanjutkan, kalaupun kita para pengurus IKA belum mengomentari kejadian ini, hanya semata-mata tidak mau mempengaruhi proses hukum yang sedang dijalankan oleh KPK.

"Sebagai alumni FH yang memahami sistem peradilan pidana yang berlaku bahwa kita harus mengedepankan azas praduga tak bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang menyatakan bersalah kepada para tersangka," katanya.

Bang Aab melanjutkan, secara pribadi, dirinya mengenal sosok Prof. Heryandi sejak tahun 1981 karena satu angkatan kuliah di FH Unila.

Menurutnya, Heryandi adalah sahabat yang baik dan suka menolong orang secara tanpa pamrih dan perhatiannya terhadap kawan-kawan sangat baik. 

Meski kecewa, lanjutnya, sebagai sahabat, Bang Aab tetap mendoakan agar Heryandi diberikan kekuatan dan kesehatan dalam menghadapi proses hukum.

"Semoga kasus ini adalah kasus pertama dan terakhir bagi Unila, sehingga Unila bisa berbenah untuk kedepannya," pungkasnya.