Ketua Komnas Anak: Oknum P2TP2A Lamtim Predator Biadab Yang Menjijikkan

 Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak), Arist Merdeka Sirait tidak menoleransi kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh DAS, oknum petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur (Lamtim) terhadap NF (13).


Klik: Oknum P2TP2A Lamtim Diduga Cabuli Anak Dampingannya, Lalu Menjualnya

"Tentu kita tidak toleransi terhadap ini, apalagi itu dilakukan oleh lembaga atau oknum yang harus memberikan perlindungan kepada anak," kata Arist Merdeka Sirait, Selasa (7/7).

Seharusnya oknum tersebut melakukan perlindungan, malah justru melakukan tindakan yang sama dan lebih sadis lagi dari pelaku sebelumnya yang telah dihukum.

"Tapi ternyata dia justru manjadi predator yang sangat tidak terpuji, biadab, menjijikkan bagi saya, karena sebenarnya dia akan melakukan perlindungan, malah justru dia melakukan tindakan yang sama dan lebih sadis lagi dari orang yang dihukum," ujarnya.

Lanjutnya, Komnas Perlindungan Anak tidak menoleransi ini dan mendorong Polda Lampung untuk segera menangkap, menahan dan memproses serta mengenakan tindak pidana.

"Tindak pidana ini minimalis penjara 10 tahun maksimal 20 tahun. Bahkan itu bisa ditetapkan ancaman seumur hidup," jelasnya.