Ketua Majelis Syuro PKS Dapat Gelar Adat Lampung Yang Mulia Datuan Satria Negara

Dr Salim saat memperoleh gelar Adat Lampung / istimewa
Dr Salim saat memperoleh gelar Adat Lampung / istimewa

Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri resmi mendapat gelar adat Yang Mulia Datuan Satria Negara oleh Kedatuan Keagungan Lampung di jalan Suttan Haji, Sepang Jaya Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Selasa (14/6).


Kedatangan Dr. Salim disambut oleh tokoh adat Kedatun Keagungan Lampung Mawardi Harirama Gelar Suttan Seghayo Dipuncak Nur dan para tokoh adat Lampung. 

Mawardi Harirama mengatakan, Dr. Salim sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Dr. Salim pernah menjadi Menteri Sosial dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Hadirnya Dr. Salim ke Lampung, dah hadir di sini menjadi kehormatan bagi kami. Untuk makin menguatkan tali silaturahmi dan persaudaraan, maka saya melakukan muaghiy kepada Dr. Salim untuk menjadi bagian dari keluarga kami," ujarnya. 

Ia melanjutkan, pemberian gelar adat ini sebagai bentuk penghormatan dan bentuk pengikat tali persaudaraan antara Salim Segaf Al Jufri dengan masyarakat adat Lampung. 

 Kedatuan Keagungan Lampung, lanjutnya, merupakan salah satu warisan budaya Lampung dan tetap dilestarikan sampai saat ini. Nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Lampung juga seiring jalan dengan nilai-nilai pancasila.

Dr. Salim mengatakan, dianggap menjadi bagian dari masyarakat Lampung merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Ia merasa kebudayaan adat dan muatan religius di Lampung patut dijaga dam dilestarikan. 

"Saya merasa berada di rumah sendiri. Lampung ini luar biasa, dari segi bangunan penuh filosofi begitu juga dari tokoh adatnya. Muatan religius dan budayanya luar biasa sekali. Ini patut dijaga dan dilestarikan," kata dia. 

Dr. Salim mengaku bersyukur atas kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia, khususnya Lampung. Ia pun menginstruksikan kepada Ketua Fraksi PKS untuk menjaga dan melestarikan budaya melalui regulasi yang bisa dibuat. 

"Bersyukur pada Allah negeri kita memiliki adat budaya yang beragam. Saya menginstruksikan ketua fraksi untuk mempertahankannya, bukan hanya retorika, tapi dari sisi peraturan dan undang-undang juga," tutupnya. 

Kegiatan ini merupakan rangkaian "Program Dr. Salim Menyapa Indonesia." selama 14-16 Juni 2022. Tujuannya menyerap aspirasi dari masyarakat hingga pemerintah.