Ketua MUI Lampung: Bukan Khilafah, Umat Islam Taat Kepada Allah dan Pemerintah

Ketua MUI Lampung Moh Mukri/ Ist
Ketua MUI Lampung Moh Mukri/ Ist

Banyaknya petinggi Khilafatul Muslimin yang tertangkap aparat kepolisian membuat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung Moh Mukri angkat bicara. 


Mukri menyatakan, sistem Khilafah tidak ada dalam Alquran. "Sistem khilafah tidak disebutkan dalam Alquran. Kita diminta taat kepada Allah dan Ulil Amri atau pemerintah, jadi bukan sistem khilafah," katanya, Selasa (14/6).

"Iya kalau kita di Indonesia berarti taatnya kepada NKRI," tambah Mukri yang juga Ketua Tanfidziah PWNU Lampung masa jabatan 2018–2023.

Dia menjelaskan khilafah merupakan sistem pemerintahan yang diterapkan pada zaman dahulu atau pada perang dunia satu. Dimana Turki Usmani mengalami kekalahan.

"Terakhir kali adalah Khilafah Usmaniyah. Pada perang dunia satu, Turki Usmani mengalami kekalahan. Dan sejak kekalahan di perang dunia pertama, negara-negara di bawahnya pun membentuk sistem pemerintahan masing-masing,"jelas dia.

"Seperti Arab Saudi dan negara-negara Islam lainnya. Tapi Indonesia tidak termasuk negara yang berada di bawah Turki Usmani," ucapnya.

Lanjut Mukri, karena tidak termasuk negara yang berada di bawah Turki, Indonesia menerapkan ideologi pancasila sebagai negara demokrasi. 

Meskipun di sisi lain masih berkembang organisasi masyarakat yang hendak menggantikan ideologi Pancasila.

"Jadi mereka menolak Pancasila dan mereka mengharamkan NKRI dan mengancam dalam waktu panjang," ujar dia.

Diketahui, petinggi khilafatul Muslimin yang tertangkap yakni pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja lalu AA Sekretaris Khilafatul Muslimin, IN sebagai penyebar paham Khilafatul Muslimin.

Kemudian FF sebagai penanggung jawab keuangan dan pengumpul dana untuk Khilafatul Muslimin dan SW pengurus dan juga pendiri Khilafatul Muslimin.