Ketuk Pintu Langit, Pengurus Pondok Pesantren Doakan Eva-Deddy

Doa bersama untuk Eva-Deddy/Ist
Doa bersama untuk Eva-Deddy/Ist

Pasca keputusan KPU Bandarlampung mendiskualifikasi paslon 3 Eva Dwiana-Deddy Amarullah sebagai peserta Pilwakot, para pengurus pondok pesantren di Bandarlampung melakukan doa bersama.


Juru bicara acara doa bersama ini, Khabibul Mutakin, Pengasuh Ponpes Nasihuddin Kemiling mengaku kegiatan ini sebagai dukungan kepada Eva-Deddy yang tengah mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA).

"Kami berusaha istilahnya mengetuk pintu langit, kami hanya bisa berdoa, karena kalau ranah hukum bukan ranah kita, jadi kami lakukan dengan apa yang bisa kami lakukan," ujarnya, Senin (11/1).

Kegiatan doa bersama langsung dilakukan pasca keputusan KPU Bandarlampung 8 Januari. Kegiatan dilakukan bersama namun di masing-masing pondok. 

Khabibul mengatakan, pihaknya menghormati proses hukum yang ada. Meski menyayangkan adanya diskualifikasi terhadap Eva-Deddy. 

Ia menilai, proses pilwakot Bandarlampung telah berjalan dengan damai dan baik. 

"Kalau sempurna ya tidak mungkin, yang jelas ketetapan KPU 57,3 persen suara Eva-Deddy itu suara masyarakat Bandarlampung," kata dia. 

Para pengurus ponpes ini berharap, putusan MA dapat mengembalikan status Eva-Deddy sebagai peserta pilwalkot beserta 57,3 persen suara masyarakat Bandarlampung yang telah memilih Eva-Deddy. 

"Kalau gak covid-19 kami mungkin sudah istighosah di Lapangan Enggal, tapi karena kondisinya seperti ini kita hargai. Yang pasti tidak ada kekuatan lainnya selain doa," pungkasnya. 

Diketahui, ada 10 pengurus ponpes yang hadir dalam kegiatan doa bersama ini. Diantaranya, Kh Irmansh (Ponpes Darul Falah), KH Hasan Hidayat (Ponpes Miftahul Ulum), Kiai Tamim khorudin (Ponpes Albanin) dan Kiai khabibul muttaqin (Ponpes Nashihudin).

Selanjutnya, KH Bayarudin maisir (Ponpes Al Hikmah), KH Ihya Ulumudin (Ponpes Madarijul Ulum), Kiai Nashoha (Ponpes Hikmatul Mubtadiat), Abdurrohman (Ponpes Daarussadah II), KH Izudin abdusalam (Ponpes Bustanul Falah) dan KH Mas Badru Zaman (Ponpes Anizar).