Khoirul Umam: Gus As'ad Bakal Jadi Kuda Hitam di Muktamar NU atau ...

As’ad Said Ali/Net
As’ad Said Ali/Net

Nama-nama calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tak lagi terkonsentrasi pada dua nama, yakni petahan KH Said Aqil Sirodj dan mantan Katib Am PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Dosen Ilmu Politik dan International Studies Universitas Paramadina, Khoirul Umam, juga telah mendengar adanya dua nama lain yang berpotensi menjadi calon alternatif untuk menjadi Ketua Umum PBNU.

"Ada nama KH As’ad Said Ali dan KH Marzuki Mustamar, merupakan dua nama potensial yang menjadi calon alternatif di luar dua mainstream utama yang berkompetisi," ujar Khorul Umam dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Rabu dini hari (22/12).

Dua nama calon alternatif Ketum PBNU tersebut, dinilai Khoirul Umam, memang dibutuhkan untuk memecah kebekuan komunikasi, sekaligus untuk menurunkan tensi dalam kompetisi jelang Muktamar kali ini.

Karena apabila hanya ada dua kutub kekuatan dalam ruang kompetisi, dia memandang cenderung akan membuat kompetisi lebih tinggi eskalasinya.

"Untuk itu, hadirnya calon pemimpin alternatif akan membuat proses regenerasi semakin terbuka," tuturnya.

Adapun mengenai sosok KH As’ad Said Ali yang merupakan mantan Waketum PBNU, Khirul Umam mlihat sosok berpeluang Kiai As'ad Ali Said untuk maju sebagai calon Ketum yang masih harus bekerja keras di sisa waktu yang sangat terbatas ini.

"Meskipun telah didukung oleh sejumlah penguruh NU daerah, langkah Kiai As’ad berpotensi menghasilkan dua kemungkinan," katanya.

Dijelaskan Khoirul Umam, kemungkinan pertama Kiai As'ad bisa mendapat limpahan suara apabila terjadi situasi luar biasa.

Gus As’ad itu berpotensi menjadi 'kuda hitam' dalam Muktamar kali ini. Semua ditentukan oleh seberapa intensif dan sistematis strategi pendekatannya," paparnya.

Lalu untuk kemungkinan yang kedua, Khoirul Umam memprediksi jika memang targetnya tidak menang, maka majunya Kiai As’ad berpotensi memecah dukungan salah satu calon Ketum yang lain, antara basis pemilih loyal Kiai Said Aqil dan Kiai Yahya Cholil Staquf.

"Siapa yang tergerus, akan ditentukan oleh siapa pihak yang mampu berkomunikasi lebih baik dengan tim Kiai As’ad," demiian Khoirul Umam.